Tak Ada Perayaan pada Malam Natal karena Perang, Betlehem Mirip Kota Hantu
Senin, 25 Desember 2023 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
“Kami tidak bisa membenarkan menanam pohon dan merayakannya seperti biasa, ketika sebagian orang (di Gaza) bahkan tidak punya rumah untuk ditinggali,” ujar Ala'a Salameh, salah satu pemilik Restoran Afteem, restoran falafel milik keluarga yang hanya beberapa langkah dari alun-alun.
Baca juga: AS Terjebak di Laut Merah, Harus Siap Hadapi Penutupan Selat Gibraltar
Salameh mengatakan, Malam Natal biasanya menjadi hari tersibuk dalam setahun. “Biasanya tidak ada satu pun kursi untuk diduduki, kami penuh dari pagi hingga tengah malam,” ujar Salameh.
Tahun ini, hanya satu meja yang terisi, oleh para jurnalis yang sedang rehat sejenak dari hujan.
Salameh mengatakan restorannya beroperasi sekitar 15% dari aktivitas normal dan tidak mampu menutupi biaya operasional.
Dia memperkirakan bahkan setelah perang berakhir, dibutuhkan waktu satu tahun lagi bagi pariwisata untuk kembali ke Betlehem seperti biasa.
Pembatalan perayaan Natal merupakan pukulan telak bagi perekonomian kota itu. Pariwisata menyumbang sekitar 70% pendapatan Betlehem yang hampir semuanya selama musim Natal.
Baca juga: AS Terjebak di Laut Merah, Harus Siap Hadapi Penutupan Selat Gibraltar
Salameh mengatakan, Malam Natal biasanya menjadi hari tersibuk dalam setahun. “Biasanya tidak ada satu pun kursi untuk diduduki, kami penuh dari pagi hingga tengah malam,” ujar Salameh.
Tahun ini, hanya satu meja yang terisi, oleh para jurnalis yang sedang rehat sejenak dari hujan.
Salameh mengatakan restorannya beroperasi sekitar 15% dari aktivitas normal dan tidak mampu menutupi biaya operasional.
Dia memperkirakan bahkan setelah perang berakhir, dibutuhkan waktu satu tahun lagi bagi pariwisata untuk kembali ke Betlehem seperti biasa.
Pembatalan perayaan Natal merupakan pukulan telak bagi perekonomian kota itu. Pariwisata menyumbang sekitar 70% pendapatan Betlehem yang hampir semuanya selama musim Natal.
Lihat Juga :