Citra Satelit Tunjukkan Gelagat China Ingin Uji Coba Senjata Nuklir
Sabtu, 23 Desember 2023 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah laporan dari Middlebury Institute of International Studies di Monterey mengatakan, “Ekspansi pasukan roket China saat ini menunjukkan kemungkinan perubahan dari sikap China yang sebelumnya menahan diri dalam serangan nuklir ke sikap yang mampu mencegah konflik di berbagai tingkat dan meningkatkan peralihan ke arah perang nuklir.”
Laporan tersebut juga mengatakan bahwa lebih dari satu dekade yang lalu, China memiliki sekitar 50 rudal balistik antarbenua. “Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat kini berada di jalur yang tepat untuk mengerahkan lebih dari 1.000 peluncur rudal balistik pada tahun 2028, termasuk setidaknya 507 peluncur berkemampuan nuklir," bunyi laporan tersebut.
Bagi India, yang mendeklarasikan moratorium uji coba nuklir sepihak setelah uji coba nuklir di Pokhran pada tahun 1998, setiap upaya China untuk mengaktifkan kembali rangkaian rudal di Lop Nur pasti akan berdampak besar pada keamanan regional.
India, yang mempunyai persenjataan nuklir yang jauh lebih sedikit dibandingkan China, melakukan serangkaian lima ledakan nuklir pada bulan Mei 1998, yang merupakan uji coba kedua setelah uji coba pertama pada tahun 1974. Meskipun uji coba ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memberikan India kemampuan untuk membuat fisi nuklir dan perangkat termonuklir, India kini bergantung pada simulasi komputer untuk memprediksi hasil senjata nuklir apa pun yang dirancangnya.
Dari semua negara yang diketahui memiliki senjata nuklir, hanya Pakistan yang melakukan lebih sedikit uji coba senjata nuklir. The Army Control Association mengatakan AS telah melakukan 1.030 uji coba antara tahun 1945 dan 2017, Uni Soviet/Rusia 715, Prancis 210, sementara China dan Inggris masing-masing telah melakukan 45 uji coba.
Pakistan meledakkan dua perangkat nuklir dalam uji coba balasan setelah ledakan Pokhran di India pada tahun 1998, sementara Korea Utara, anggota terbaru dalam klub senjata nuklir, diyakini telah melakukan enam uji coba.
Laporan tersebut juga mengatakan bahwa lebih dari satu dekade yang lalu, China memiliki sekitar 50 rudal balistik antarbenua. “Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat kini berada di jalur yang tepat untuk mengerahkan lebih dari 1.000 peluncur rudal balistik pada tahun 2028, termasuk setidaknya 507 peluncur berkemampuan nuklir," bunyi laporan tersebut.
Bagi India, yang mendeklarasikan moratorium uji coba nuklir sepihak setelah uji coba nuklir di Pokhran pada tahun 1998, setiap upaya China untuk mengaktifkan kembali rangkaian rudal di Lop Nur pasti akan berdampak besar pada keamanan regional.
India, yang mempunyai persenjataan nuklir yang jauh lebih sedikit dibandingkan China, melakukan serangkaian lima ledakan nuklir pada bulan Mei 1998, yang merupakan uji coba kedua setelah uji coba pertama pada tahun 1974. Meskipun uji coba ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memberikan India kemampuan untuk membuat fisi nuklir dan perangkat termonuklir, India kini bergantung pada simulasi komputer untuk memprediksi hasil senjata nuklir apa pun yang dirancangnya.
Dari semua negara yang diketahui memiliki senjata nuklir, hanya Pakistan yang melakukan lebih sedikit uji coba senjata nuklir. The Army Control Association mengatakan AS telah melakukan 1.030 uji coba antara tahun 1945 dan 2017, Uni Soviet/Rusia 715, Prancis 210, sementara China dan Inggris masing-masing telah melakukan 45 uji coba.
Pakistan meledakkan dua perangkat nuklir dalam uji coba balasan setelah ledakan Pokhran di India pada tahun 1998, sementara Korea Utara, anggota terbaru dalam klub senjata nuklir, diyakini telah melakukan enam uji coba.
(mas)
Lihat Juga :