Abaikan Kemarahan China, Menkes AS Nekat Temui Presiden Taiwan

Senin, 10 Agustus 2020 - 10:31 WIB
loading...
Abaikan Kemarahan China,...
Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat Alex Azar menghadiri pertemuan dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di kantor kepresidenan, di Taipei, Taiwan 10 Agustus 2020. Foto/Central News Agency/Handout via REUTERS
A A A
TAIPEI - Menteri Kesehatan (Menkes) Amerika Serikat (AS) Alex Azar , bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen , Senin (10/8/2020). Menteri di kabinet Presiden Donald Trump ini sudah tiba di Taipei hari Minggu dan mengabaikan kemarahan China .

China yang menganggap Taiwan sebagai provisinya yang membangkang mengecam keras kunjungan Menkes Amerika. Beijing telah berkali-kali mendesak Washington menghormati prinsip satu-China dengan tidak melakukan interaksi resmi atau tidak resmi dengan Taiwan.

Kunjungan Azar akan berlangsung tiga hariuntuk mempromosikan nilai-nilai demokrasi bersama serta keberhasilan Tawian itu dalam menjinakkan pandemi virus corona baru (Covid-19). (Baca: Menteri AS Hendak Kunjungi Taiwan, China Geram )

Kunjungan Azar dilakukan ketika hubungan antara Amerika Serikat dan China sedang dalam kekacauan, di mana kedua belah pihak bentrok karena berbagai masalah mulai dari perdagangan, militer dan keamanan, serta pandemi Covid-19.

China telah menggambarkan kunjungan Azar sebagai ancaman bagi "perdamaian dan stabilitas".

"Perjalanan ini merupakan pengakuan atas keberhasilan Taiwan dalam memerangi Covid-19 dan bukti kepercayaan bersama bahwa masyarakat terbuka dan demokratis paling siap untuk memerangi ancaman penyakit seperti Covid-19," kata seorang pejabat Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS kepada wartawan di Washington sebelum kunjungan Azar ke Taipei.

Selain bertemu dengan Presiden Tsai, Azar akan mengadakan pembicaraan dengan mitranya; Chen Shih-chung, dan Menteri Luar Negeri Joseph Wu.

Taiwan telah menjadi "anak poster" untuk mengalahkan virus corona berkat program track dan tracing yang diasah dengan baik serta kontrol perbatasan yang tegas.

Terlepas dari kedekatannya dan hubungan ekonominya dengan China, tercatat kurang dari 500 infeksi dan tujuh kematian terkait Covid-19 dilaporkan otoritas kesehatan Taiwan. (Baca juga: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )

Sebaliknya AS telah mencatat kematian terbanyak di dunia dengan lebih dari 160.000 kematian.

Washington tetap menjadi pemasok senjata utama ke Taiwan tetapi secara historis berhati-hati dalam mengadakan kontak resmi dengannya.

Di bawah pemerintahan Trump, hubungan AS dengan Taiwan telah menghangat secara dramatis dan dia telah menyetujui sejumlah penjualan peralatan militer besar, termasuk jet tempur F-16.

Douglas Paal, mantan kepala American Institute di Taiwan—kedutaan de facto Washington—mengatakan pemerintahan Trump masih memperhatikan garis merah China. Menurutnya, tidak ada pejabat AS yang menangani keamanan nasional yang mengunjungi Taiwan.

Sepanjang tahun 1990-an, Amerika Serikat mengirim pejabat perdagangan ke Taiwan secara teratur.

Perbedaan kali ini, kata dia, adalah konteksnya, di mana Azar melakukan perjalanan pada saat hubungan antara Washington dan Beijing mencapai titik terendah baru.

"Mengirimnya ke Taiwan menunjukkan rasa hormat terhadap kerangka kerja lama sambil menaruh jari di mata China pada saat yang sama," kata Paal, seperti dikutip AFP.

"Fakta bahwa mereka tidak memilih untuk mengirim penasihat keamanan nasional atau orang lain menunjukkan bahwa mereka mencoba sedekat mungkin dengan garis merah China tetapi tidak ingin melewatinya."

Sebelum Azar, ada pejabat kabinet AS yang mengunjungi Taiwan pada 2014, di mana pejabat itu memimpin sebuah delegasi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved