Australia Ogah Kirim Kapal Perang ke Laut Merah: Bukan Prioritas Strategis Kami

Kamis, 21 Desember 2023 - 15:37 WIB
loading...
Australia Ogah Kirim...
Helikopter AH-1Z Viper melakukan misi penerbangan dengan kapal perang Australia HMAS Canberra pada 2022. Foto/AP
A A A
CANBERRA - Australia menolak permintaan Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan kapal perang guna melindungi lalu lintas komersial di Laut Merah seiring meningkatnya serangan pasukan Houthi dari Yaman.

Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Richard Marles menegaskan Laut Merah bukanlah prioritas strategis bagi Canberra, yang fokus utamanya adalah urusan Asia-Pasifik.

“Kita harus benar-benar jelas mengenai fokus strategis kita dan fokus strategis kita adalah kawasan kita,” tegas Marles kepada Sky News pada 21 Desember.

Australia telah berjanji mengirim 11 personel militer tambahan ke misi yang dipimpin AS, namun tidak akan mengirim kapal permukaan atau pesawat militer apa pun ke Timur Tengah.

Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengumumkan upaya multinasional, yang dijuluki Operation Prosperity Guardian, untuk melindungi kapal komersial yang transit di Laut Merah dari serangan Houthi.

Houthi, milisi Syiah Yaman, telah meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel selama perang brutal rezim Zionis dengan Hamas.

Pasukan Houthi juga mengancam akan melumpuhkan perdagangan global jika Israel tak menghentikan genosida di Jalur Gaza.

Baca juga: Israel Tawarkan Kesepakatan Baru pada Hamas, Apa Saja Isinya?

Israel menyatakan perang terhadap Hamas pada Oktober setelah kelompok tersebut melancarkan serangan lintas batas yang menewaskan 1.200 orang. Serangan Hamas itu untuk merespons kekerasan yang dilakukan Israel di wilayah Palestina dan penyerbuan Masjid Al Aqsa.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga melancarkan operasi besar-besaran di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 20.000 warga Palestina, termasuk yang masih hilang di reruntuhan.

Kelompok Houthi mengatakan mereka akan melanjutkan serangan angkatan laut sampai Israel menghentikan serangannya di Gaza.

Setelah pengumuman Lloyd, Houthi memberi isyarat mereka tidak akan berhenti menyerang kapal-kapal di Laut Merah.

“Bahkan jika Amerika berhasil memobilisasi seluruh dunia, operasi militer kami tidak akan berhenti… tidak peduli seberapa besar pengorbanan yang harus kami tanggung,” tweet pejabat tinggi Houthi Mohammed Al-Bukhaiti pada 19 Desember 2023.

Sementara itu, pengamat ekonomi memperingatkan potensi dampak negatif terhadap logistik dan perdagangan global akibat serangan Houthi terhadap kapal komersial.

Sekitar 12% perdagangan global melewati Laut Merah, termasuk 30% lalu lintas peti kemas global, termasuk 20% lalu lintas peti kemas dunia, sekitar 10% minyak yang diangkut melalui laut, dan 8% gas alam cair (LNG).

Lebih dari 100 kapal kontainer telah dialihkan rutenya di sekitar Afrika bagian selatan untuk menghindari jalur perdagangan Terusan Suez-Laut Merah, menurut perusahaan pelayaran Kuehne and Nagel, yang dikutip Guardian.

Langkah ini akan menambah sekitar 6.000 mil laut dalam perjalanan dari Asia ke Eropa, menambah tiga atau empat pekan pada pengiriman barang.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved