Tingkat Kemiskinan di Israel Meroket setelah Serangan Brutal di Gaza

Rabu, 20 Desember 2023 - 21:15 WIB
loading...
Tingkat Kemiskinan di...
Tunawisma berada di dekat cafe di pusat Yerusalem, Israel. Foto/Nati Shohat/FLASH90
A A A
TEL AVIV - Serangan militer Israel di Gaza mempunyai dampak yang sangat negatif terhadap perekonomian negara kolonial tersebut menurut temuan Alternative Poverty Report.

Laporan tahunan tersebut mengungkap meningkatnya keadaan darurat sosial-ekonomi dan semakin parahnya kemiskinan sejak serangan Israel yang memakan banyak korban jiwa di Gaza, yang secara luas dianggap sebagai genosida.

Menurut data laporan tersebut, pembunuhan tanpa pandang bulu yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza telah secara signifikan merusak pendapatan 19,7% masyarakat Israel, dengan 45,5% menyatakan kekhawatiran akan semakin memburuknya kesulitan ekonomi.

Yang mengejutkan, 100% badan amal yang didedikasikan untuk mendukung masyarakat miskin melaporkan tidak menerima bantuan dari pemerintah Israel sejak dimulainya invasi, meskipun ada peningkatan jumlah permintaan bantuan.

Garis kemiskinan alternatif, yang mewakili biaya hidup minimum, didefinisikan sebagai 5.107 shekel (USD1.401) per bulan untuk seorang individu dan 12.938 shekel (USD3.551) untuk satu keluarga yang terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak.

Yang mengkhawatirkan adalah 81,8% penerima bantuan terlilit utang, 85,1% menderita kekurangan energi, 79,3% menderita penyakit kronis, 81,6% penerima bantuan lanjut usia hidup dalam kemiskinan, dan 31,5% menghadapi kerawanan pangan yang parah.

Baca juga: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tegaskan Perlawanan Masih Kuat Hadapi Israel
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved