Tentara Ukraina Frustasi karena Diperintah Melakukan Misi Bunuh Diri

Minggu, 17 Desember 2023 - 14:38 WIB
loading...
Tentara Ukraina Frustasi...
Tentara Ukraina diperintah melakukan misi bunuh diri. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Marinir Ukraina dilaporkan frustrasi atas perintah yang diberikan kepada mereka untuk melancarkan gelombang demi gelombang serangan bunuh diri di seberang Sungai Dnieper di wilayah Kherson selatan. Misi tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa yang bertentangan dengan klaim yang dibuat oleh pejabat pemerintah.

Kondisi medan pertempuran di Sungai Dnieper sangat sulit dan sangat bertentangan dengan pernyataan optimis yang dibuat oleh Presiden Vladimir Zelensky dan para pemimpin Ukraina lainnya. Itu dibuktikan puluhan anggota militer yang terlibat dalam pertempuran di sepanjang Sungai Dnieper menceritakan kisah mereka kepada New York Times.

“Ini bahkan bukan perjuangan untuk bertahan hidup,” kata salah satu tentara Ukraina, dilansir The New York Times. “Ini adalah misi bunuh diri.”

The New York Times menggambarkan serangan melintasi sungai sebagai “brutal dan sia-sia.” Pasukan Ukraina diserang di tepi sungai atau di perairan, bahkan sebelum mereka mencapai seberang. Meskipun para komandan menolak sebagian besar permintaan media untuk mengunjungi pasukan di wilayah tersebut, rekaman drone di wilayah tersebut memverifikasi laporan pasukan yang diwawancarai, kata outlet media AS.

Serangan udara Rusia mengubah tepi sungai menjadi “kumpulan lumpur dan serpihan pohon,” demikian laporan The New York Times. Salah satu tentara mengatakan pasukan baru yang tiba di tepi timur harus melangkahi mayat marinir yang tersangkut lumpur. Beberapa jenazah telah ditinggalkan di sana selama berbulan-bulan karena penembakan yang terlalu intensif untuk diambil.

Baca Juga: Barat Diam-diam Desak Perundingan Rusia dan Ukraina

“Orang-orang yang berakhir di sana tidak siap secara psikologis,” kata tentara tersebut. “Mereka bahkan tidak mengerti kemana tujuan mereka. Mereka tidak diberitahu oleh perintah yang [mengirim] mereka ke sana.”

Dia menambahkan bahwa dia belum pernah melihat sesuatu yang begitu dahsyat dalam pertempuran sengit lainnya di Ukraina, termasuk pertempuran tahun lalu di Artyomovsk (disebut Bakhmut di Ukraina). “Itu sangat boros.”

Tentara Marinir menyatakan rasa frustrasinya karena hanya laporan optimistis mengenai serangan balik Ukraina yang dilaporkan ke publik. Misalnya, Zelensky mengklaim bahwa pasukan Kiev telah memperoleh pijakan di tepi kiri sungai. “Tidak ada yang namanya pos atau posisi observasi,” kata seorang tentara. “Tidak mungkin mendapatkan pijakan di sana. Tidak mungkin memindahkan peralatan ke sana.”

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Kamis bahwa para pemimpin Ukraina pada dasarnya mengirim pasukan mereka untuk “dimusnahkan” ketika mereka mencoba untuk maju menuju tempat berpijak kecil di sisi sungai yang dikuasai Rusia. Dia mengatakan rezim Zelensky semakin putus asa setelah serangan balasan musim panas yang gagal, mengirim pasukannya ke “tempat pembantaian” di sepanjang Dnieper.

Pasukan Ukraina telah menderita lebih dari 125.000 korban jiwa sejak bulan Juni, ketika serangan balasan mereka dimulai. Zelensky telah mencoba memberikan gambaran indah tentang hasil pertempuran Ukraina saat ia melakukan perjalanan keliling dunia untuk mencari lebih banyak bantuan militer dan ekonomi. Paket bantuan besar dari AS dan UE terhenti dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya penolakan masyarakat.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Berita Terkini
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved