Eks Bos Shin Bet Samakan Militer Israel dengan ISIS karena Anut Fundamentalisme Agama

Minggu, 17 Desember 2023 - 11:41 WIB
loading...
Eks Bos Shin Bet Samakan...
Mantan kepala Shin Bet Ami Ayalon menyamakan taktik perang militer Israel melawan Hamas di Gaza dengan taktik ISIS dan al-Qaeda karena menganut fundamentalisme agama. Foto/Times of Israel
A A A
TEL AVIV - Mantan kepala Shin Bet (dinas keamanan nasional Israel) Ami Ayalon mengkritik taktik perang militer Israel melawan Hamas di Gaza. Dia menyamakan taktik tersebut dengan taktik ISIS dan al-Qaeda karena menganut fundamentalisme agama.

Ayalon, yang juga mantan panglima Angkatan Laut Israel, muncul dalam diskusi online yang diselenggarakan oleh lembaga think tank Carnegie Endowment for International Peace.

Ayalon bergabung bersama analis Timur Tengah Aaron David Miller dan mantan direktur Mossad Efraim Halevy, di mana mereka membahas peran intelijen selama pengeboman brutal Israel yang sedang berlangsung di Gaza, Palestina.

Baca Juga: Panglima Militer Israel Jenderal Halevi: Kami Gagal, Saya Bertanggung Jawab....

Dalam sesi tersebut, Ayalon menyamakan strategi militer Israel dalam perang tersebut dengan strategi ISIS dan al-Qaeda.

Dia yakin pemerintah Israel saat ini menganut fundamentalisme agama, yang telah menyebabkan pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap warga Palestina sejak 7 Oktober.

“Tujuan politiknya adalah menciptakan bencana kemanusiaan di Gaza karena kita akan mulai lagi dari kekacauan ini,” katanya, seperti dikutip The New Arab, Minggu (17/12/2023).

“Ini adalah teori yang tepat dari organisasi-organisasi Muslim yang paling radikal dan fundamental; inilah teologi dan strategi ISIS dan al-Qaeda," katanya lagi.

Ayalon menambahkan bahwa dengan tidak mendefinisikan tujuan politik tertentu dan menggunakan perang “sebagai tujuan”—yang menurutnya harus dilaksanakan sebagai alat—dia berpendapat bahwa rencana Israel telah menjadi “kegagalan besar”.

Dia juga menunjukkan dukungannya terhadap solusi dua negara dan diakhirinya pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Ayalon mengatakan rencana tersebut adalah yang terbaik untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

“Ini adalah satu-satunya cara bagi kami untuk lebih aman tanpa kehilangan identitas kami,” kata Ayalon. “Saya sangat berharap seseorang akan membahasnya.”

Mantan bos Shin Bet itu sebelumnya mengutuk serangan militer Israel yang tiada henti di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 18.000 warga Palestina saat perang memasuki bulan ketiga.

Dalam wawancara dengan France24, Ayalon mengatakan bahwa dia mendukung pelenyapan Hamas dan hak Israel untuk hidup sebagai sebuah negara.

Namun, dia menyampaikan keprihatinannya tentang bagaimana pemerintah terus memandang rakyat Palestina, yang menurutnya telah menentukan pendekatan keamanan mereka.

“Pemerintah kami tidak mengakui Palestina sebagai sebuah bangsa. Selama masih ada konflik, kami tidak akan mencapai kesepakatan, dan kami tidak akan melihat stabilitas,” kata Ayalon kepada France24.

Israel terus menekan Gaza dengan invasi udara, darat dan laut yang intens—meskipun ada seruan internasional untuk menahan diri.

Pendukung utamanya, Amerika Serikat, mengatakan perang tersebut tidak boleh mengarah pada pendudukan Israel dalam jangka panjang di wilayah tersebut.

Majelis Umum PBB sangat mendukung resolusi tidak mengikat yang menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza, namun Washington memilih menentangnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo dan Dr. Tifa oleh Polda Metro, Refly: Tidak Ada Tanda-tanda
Film Tanah Runtuh Karya...
Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Berita Terkini
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved