Pesawat Nirawak Houthi Incar Kapal Perang AS tapi Ditembak Jatuh

Kamis, 14 Desember 2023 - 10:38 WIB
loading...
Pesawat Nirawak Houthi...
Kapal perang USS Mason milik Amerika Serikat menembak jatuh pesawat nirawak Houthi Yaman yang hendak menyerangnya di Laut Merah. Foto/US Navy
A A A
TEL AVIV - Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Mason, pada hari Rabu menembak jatuh pesawat nirawak atau drone yang diluncurkan kelompok Houthi Yaman di kawasan Laut Merah.

Insiden kemarin merupakan aksi kedua dalam bulan ini oleh kapal USS Mason. Itu terjadi beberapa hari setelah kapal komersial yang dibantu USS Mason jadi target serangan rudal jelajah di Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah.

Menurut seorang pejabat pertahanan AS, USS Mason menjatuhkan drone yang menuju ke arahnya sebagai tindakan pertahanan diri. Namun pejabat tersebut tidak merinci apakah drone tersebut secara khusus menargetkan kapal perang AS tersebut.

Baca Juga: 2 Rudal dari Yaman Serang Kapal Tanker Minyak di Laut Merah

“Pada saat penembakan terjadi, USS Mason sedang menanggapi laporan bahwa sebuah kapal tanker minyak komersial diserang oleh tersangka pasukan Houthi,” kata pejabat pertahanan tersebut kepada Navy Times tanpa disebutkan namanya, yang dilansir Kamis (14/12/2023).

“Saat ini kami tidak mengetahui adanya cedera pada personel atau kerusakan pada kapal.”

Baik USS Mason maupun kapal perusak USS Carney, keduanya telah menembak jatuh drone dalam beberapa pekan terakhir dan memberikan bantuan kepada kapal-kapal komersial di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan yang dipicu oleh perang Israel-Hamas di Gaza, Palestina.

Pada hari Senin, USS Mason memberikan bantuan kepada kapal tanker minyak dan kimia berbendera Norwegia; Strinda, setelah sebuah rudal jelajah anti-kapal menghantamnya, yang menyebabkan kebakaran dan kerusakan di atas kapal tersebut.

USS Mason juga menembak jatuh sebuah drone pada 6 Desember, hanya beberapa hari setelah USS Carney menembak jatuh beberapa drone pada awal pekan itu ketika beberapa kapal dagang diserang oleh rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi.

“Kami juga mempunyai alasan kuat untuk meyakini bahwa serangan-serangan ini, meskipun dilancarkan oleh kelompok Houthi di Yaman, sepenuhnya dilakukan oleh Iran,” kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan awal bulan ini.

“Amerika Serikat akan mempertimbangkan semua tanggapan yang tepat melalui koordinasi penuh dengan sekutu dan mitra internasionalnya.”

Selain itu, juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Pat Ryder mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa mengatasi ancaman di kawasan ini memerlukan “solusi internasional.”

“Kami terus menangani situasi di Laut Merah dengan sangat serius, tidak ada keraguan mengenai hal itu,” kata Ryder.

“Tindakan yang kami lihat dari pasukan Houthi ini mengganggu stabilitas, berbahaya, dan jelas merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional. Jadi ini adalah masalah internasional yang memerlukan solusi internasional. Kami terus berkonsultasi erat dengan sekutu dan mitra internasional kami mengenai penerapan gugus tugas maritim.”

USS Mason adalah bagian dari kelompok tempur kapal induk USS Dwight D. Eisenhower, yang berangkat dari Norfolk, Virginia, pada bulan Oktober untuk penempatan terjadwal. Kapal induk tersebut transit di Selat Hormuz menuju Teluk Persia bulan lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Majelis Ulama Senior...
Majelis Ulama Senior Iran Serukan Pembunuhan Donald Trump dan Netanyahu
Terungkap! Motif Pria...
Terungkap! Motif Pria Tabrakkan Pesawat ke Gedung di China Diduga Bunuh Diri
Rekomendasi
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Moncer! Mbappe, Kane, Haaland Mengekor
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Berita Terkini
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved