Demokrat-Republik 'Berdamai', Penutupan Pemerintah AS Berakhir

Selasa, 23 Januari 2018 - 08:36 WIB
Demokrat-Republik Berdamai,...
Demokrat-Republik 'Berdamai', Penutupan Pemerintah AS Berakhir
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan dibuka kembali pada Senin sore. Penutupan berakhir setelah senator Demokrat memberi sinyal dan setuju untuk mengakhiri penutupan pemerintah yang telah berjalan selama tiga hari.

Partai oposisi itu telah menuntut sebuah janji eksplisit untuk melindungi migran muda yang tidak berdokumen namun memutuskan untuk mengajukan sebuah undang-undang baru.

Senat memilih 81 berbanding 18 untuk mendanai pemerintah sampai 8 Februari. Ini memungkinkan ratusan ribu pekerja federal untuk kembali bekerja pada hari Selasa. Namun hanya untuk sementara, dengan Partai Republik dan Demokrat memiliki 16 hari untuk menemukan kesepakatan mengenai pengeluaran dan imigrasi sebelum dilakukan penutupan berikutnya.

Chuck Schumer, pemimpin Partai Demokrat di Senat, mengumumkan perubahan hati partai sebelum ada pemungutan suara untuk membuka kembali pemerintah.

"Kami akan memilih hari ini untuk membuka kembali pemerintah," kata Schumer, mengutip sebuah janji bahwa sebuah undang-undang bipartisan untuk melindungi migran "pemimpi" akan diajukan dalam beberapa minggu mendatang.

"Ketidaksediaan Presiden Trump untuk berkompromi menyebabkan penutupan Trump dan membawa kita ke saat ini. Presiden pembuat kesepakatan hebat duduk di pinggir lapangan," imbuhnya seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (23/1/2018).

Namun Gedung Putih dan anggota senior Republik menyarankan agar Schumer menyerah, mengubah pendiriannya pada saat penutupan meskipun ditawarkan sedikit imbalan.

"Saya senang bahwa Demokrat di Kongres telah sadar dan sekarang bersedia untuk mendanai militer besar kami, patroli perbatasan, responden pertama, dan asuransi untuk anak-anak yang rentan" ujar Trump.

"Seperti yang selalu saya katakan, setelah Pemerintah didanai, Pemerintahan saya akan berupaya memecahkan masalah imigrasi ilegal yang sangat tidak adil. Kami akan melakukan kesepakatan jangka panjang mengenai imigrasi jika, dan hanya jika, itu bagus untuk negara kita," tegasnya.

Raj Shah, sekretaris pers wakil Gedung Putih, mengatakan: "Fakta bahwa mereka memilih usulan ini yang mereka tolak beberapa hari yang lalu adalah bukti bahwa mereka 'berkedip'."

Penutupan pemerintah, yang terjadi ketika Kongres gagal menyetujui pembelanjaannya, dimulai pada tengah malam pada hari Jumat. Ini pertama kalinya hal itu terjadi sejak 2013.

Kemudian Demokrat memilih untuk tidak melakukan tindakan yang akan membuat pemerintah tetap berjalan selama sebulan dan memperpanjang program asuransi kesehatan anak selama enam tahun.

Tokoh senior berpendapat bahwa kaum Republik harus berjanji untuk melindungi 700 ribu migran "pemimpi" yang dibawa ke negara tersebut secara ilegal saat muda jika mereka menginginkan pemungutan suara.

Namun pada hari Senin, pimpinan Demokrat memutuskan untuk mendukung langkah serupa. Ini akan membuka kembali pemerintahan kurang selama tiga minggu sambil memperluas program kesehatan anak yang sama.

Mitch McConnell, pemimpin Partai Republik di Senat, setuju untuk mengajukan undang-undang imigrasi secara bipartisan dalam beberapa minggu mendatang. Namun ia tidak menjanjikan apa-apa tentang isinya.

Salah satu alasan yang mungkin merubah hati Demokrat adalah bahwa 10 senatornya menghadapi pemilihan ulang akhir tahun ini di negara bagian yang dipimpin oleh Trump, membuat oposisi terhadap presiden secara politis sulit dilakukan.

Pekerjaan sekelompok 25 senator moderat dari kedua belah pihak, yang menegosiasikan kesepakatan di antara mereka sendiri, juga mendapat kredit untuk memecahkan kebuntuan.

Semua mata sekarang tertuju pada Trump untuk melihat apakah ia akan mengatakan di mana ia berdiri di atas apa yang disebut anak-anak pemimpi setelah berminggu-minggu dengan sinyal campuran.

Dewan Perwakilan Rakyat dan Trump ditetapkan untuk menyetujui pembukaan kembali pemerintahan setelah pemungutan suara Senat pada hari Senin.

Ini berarti kunjungan Trump ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana dia akan membuat pidato utama akhir pekan ini, akan berjalan sesuai rencana.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
26 menit yang lalu
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
35 menit yang lalu
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
1 jam yang lalu
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
1 jam yang lalu
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
2 jam yang lalu
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved