China Diduga Wajibkan Seminaris Tao Menonton Film Propaganda Perang Korea

Rabu, 13 Desember 2023 - 14:19 WIB
loading...
A A A
Tema propagandanya sama. Orang-orang China di dalam film diceritakan bahwa pada tahun 1950, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya memulai perang agresi terhadap Korea Utara, yang sebagian besar gagal karena campur tangan sukarelawan China. Para pembangkang di China yang mempertanyakan narasi ini akan dipenjara.

Masih dalam film tersebut, diceritakan bahwa setelah Perang Dunia II, Uni Soviet dan AS membagi Korea menjadi dua di sepanjang garis paralel ke-38, sama seperti yang mereka lakukan dengan Jerman, dengan zona utara pro-Soviet dan zona pro-Amerika di selatan. Korea Utara, yang didukung Joseph Stalin dan Mao Zedong, adalah pihak yang menginvasi Korea Selatan di film itu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bukan AS saja, diceritakan membentuk koalisi untuk menghentikan invasi Korea Utara, meski ada dukungan besar-besaran terhadap Korea Utara oleh pasukan China yang menggunakan nama "sukarelawan”.

Setelah tiga tahun perang, perbatasan antara Korea Utara dan Selatan pada dasarnya tetap sama seperti tahun 1950. Tidak ada yang dicapai oleh Mao dan Stalin, kecuali kematian tiga juta personel militer dan warga sipil. Ini adalah pertumpahan darah yang tidak perlu dan tidak meyakinkan, untuk menambah daftar kejahatan Stalin dan Mao.

Propaganda tentang Perang Korea melalui novel, komik, dan film menjadi populer setelah hubungan China dengan AS memburuk, dan terlebih setelah invasi Rusia ke Ukraina. Orang China diberitahu bahwa AS dan NATO adalah agresor di Ukraina, dan Rusia harus membela diri, sama seperti mereka diberitahu bahwa AS menyerang Korea Utara pada tahun 1950, padahal yang terjadi adalah sebaliknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved