3 Negara Sahabat Palestina di Eropa, Aktif Berikan Dukungan atas Penindasan Israel

Senin, 11 Desember 2023 - 20:02 WIB
loading...
3 Negara Sahabat Palestina...
Banyak negara Eropa justru memberikan dukungan kepada Palestina karena alasan kemanusiaan dan perjuangan terhadap penjajahan. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Ada sejumlah negara sahabat Palestina di Eropa yang bisa diketahui. Tak hanya memberikan dukungan berupa kata-kata, mereka juga aktif bersuara di meja diplomasi internasional.

Pada konflik Israel-Palestina, negara-negara di dunia terpecah. Berbeda dengan negara-negara Asia yang lebih banyak mendukung Palestina, kawasan Eropa condong dukungannya ke Israel.

Kendati sebagian besar negara Eropa lebih condong ke Israel, namun ada juga beberapa di antaranya yang aktif mendukung Palestina. Siapa sajakah mereka?

Negara Sahabat Palestina di Eropa

1. Irlandia

3 Negara Sahabat Palestina di Eropa, Aktif Berikan Dukungan atas Penindasan Israel

Foto/Reuters

Irlandia menjadi salah satu pendukung utama Palestina di Eropa. Di tengah banyaknya negara Eropa yang memberikan dukungan kepada Israel, mereka tetap menunjukan solidaritas untuk Palestina.

Mengutip Al Jazeera, Irlandia menjadi anggota Uni Eropa pertama yang menyerukan pembentukan negara Palestina pada 1980. Mereka juga sempat menolak membuka kedutaan besar di Israel.

Pandangan Irlandia terhadap perjuangan Palestina berakar pada perjuangan sejarahnya sendiri di masa lampau. Pernah merasakan penjajahan, banyak orang Irlandia yang berempati terhadap perjuangan warga Palestina.

Pada krisis kemanusiaan di Gaza yang berlangsung akhir-akhir ini, Irlandia sekali lagi berada di garis depan untuk mendukung Palestina. Dalam hal ini, mereka mencoba untuk menekan Israel di Uni Eropa.

Baca Juga: Brigade Al-Qassam Bantai 40 Tentara Israel dalam 48 Jam

2. Belgia

3 Negara Sahabat Palestina di Eropa, Aktif Berikan Dukungan atas Penindasan Israel

Foto/Reuters

Secara keseluruhan, Belgia mungkin masih terpecah antara kubu pro-Palestina dan pro-Israel. Namun, secara historis ada banyak tindakan-tindakan dukungan yang dilakukan para tokoh dan pejabatnya untuk Palestina.

Pada 2012, Belgia memberikan satu suara untuk mendukung pemberian status pengamat ‘non-anggota’ bagi Palestina di PBB. Pada penyerangan brutal yang dilakukan beberapa waktu lalu, para tokoh senior di pemerintahan juga mengutuk tindakan Israel.

Tak hanya itu, mereka mempertanyakan legalitas sejumlah serangan udara Israel dan menyerukan sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab. Pemerintah Belgia bahkan menyatakan dukungan terhadap peran Pengadilan Kriminal Internasional dalam penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap situasi di Palestina.

Selain pejabat dan tokoh pemerintahan, dukungan juga ditunjukan rakyat Belgia kepada Palestina. Mereka pun cukup sering terlibat demonstrasi atas dasar memprotes kekerasan dan kekejaman Israel di Gaza.

3. Spanyol

3 Negara Sahabat Palestina di Eropa, Aktif Berikan Dukungan atas Penindasan Israel

Foto/Reuters

Spanyol juga memiliki riwayat dukungan panjang untuk Palestina. Tak jarang, mereka membuat Israel marah atas berbagai pernyataan atau tindakan pemerintahannya.

Sejumlah analis mempercayai solidaritas Spanyol terhadap Palestina berakar pada sejarahnya sendiri. Pada 2014, parlemen Spanyol bahkan menyetujui mosi simbolis yang mendukung pengakuan negara Palestina.

Sebagaimana negara lain, dukungan juga diberikan masyarakat setempat. Warga Spanyol sering turun ke jalan guna melakukan aksi protes dan demonstrasi atas kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

Terbaru, pemerintah Spanyol bersama Irlandia, Belgia, dan Malta mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk menyerukan gencatan senjata berkelanjutan antara Israel dan Palestina.

Selain ketiga nama di atas, sejatinya masih ada sejumlah negara Eropa lain yang selalu mendukung Palestina. Namun, mereka kurang lantang bersuara akibat tekanan serta pertimbangan-pertimbangan tertentu. Demikian ulasan mengenai negara sahabat Palestina di Eropa yang bisa diketahui.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved