Rusia Sudah Merekrut Lebih dari 100 Ribu Narapidana untuk Berperang di Ukraina
Minggu, 10 Desember 2023 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 6 Tantangan Presiden Putin saat Terpilih pada Pemilu Presiden 2024
Analis perang telah mencatat bahwa militer Rusia sering kali mengandalkan taktik gelombang manusia, melemparkan pasukan yang kurang terlatih untuk melakukan serangan besar-besaran.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Ukraina, Rusia telah mengirimkan tahanan, memanggil pasukan cadangan militer, dan merekrut etnis minoritas untuk berperang.
Militer Rusia tampaknya mampu memperkuat pasukannya dengan merekrut pasukan secara terus-menerus, kata lembaga think tank Institute for the Study of War.
Lembaga think tank tersebut mencatat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat terus merekrut anggota baru selama dia bersedia menanggung konsekuensi domestiknya.
Analis perang telah mencatat bahwa militer Rusia sering kali mengandalkan taktik gelombang manusia, melemparkan pasukan yang kurang terlatih untuk melakukan serangan besar-besaran.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Ukraina, Rusia telah mengirimkan tahanan, memanggil pasukan cadangan militer, dan merekrut etnis minoritas untuk berperang.
Militer Rusia tampaknya mampu memperkuat pasukannya dengan merekrut pasukan secara terus-menerus, kata lembaga think tank Institute for the Study of War.
Lembaga think tank tersebut mencatat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat terus merekrut anggota baru selama dia bersedia menanggung konsekuensi domestiknya.
(ahm)
Lihat Juga :