Momen Terakhir Bocah di Jenin: Bermain Bareng Teman, Tewas Ditembak Tentara Israel
Minggu, 10 Desember 2023 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
Keluarga, kata Hazem, menghargai pendidikan, sebagai konsekuensi dari cara mereka dibesarkan.
“Kami tumbuh di lingkungan yang membuat kami merayakan jika salah satu anak kami mendapat nilai bagus,” ujarnya.
“Ayah kami sering bekerja untuk kami, dan dia adalah seorang guru,” imbuhnya.
Suleiman dan Hazem termasuk dalam sembilan bersaudara — lima saudara laki-laki dan empat saudara perempuan. “Kami semua adalah lulusan universitas.”
Basil juga merupakan teman baik, kata Hassan al-Masry, 14 tahun. Keduanya pertama kali bertemu di awal tahun dan bermain-main serta bercanda, dengan cepat menjadi teman dekat. Sehari sebelum Basil ditembak, mereka sedang duduk bersama teman-teman lainnya. Mereka membuat api sambil mengobrol.
“Kami bahagia dan tertawa, dan tidak ada yang lebih baik dari ini,” kenang Hassan.
Keesokan harinya, dia sedang duduk bersama Basil di tempat mereka ngumpuk seperti biasa, ketika ibu Hassan memanggilnya pulang untuk makan siang.
Saat dia sedang makan, dia mendengar suara peluru dan orang-orang berteriak. “Saya berlari keluar,” katanya.
Dan ia mendapati temannya Basil, dengan Adam, sudah tewas.
Baca Juga: Faksi-faksi Palestina Serang Target Militer Israel di Gaza
“Kami tumbuh di lingkungan yang membuat kami merayakan jika salah satu anak kami mendapat nilai bagus,” ujarnya.
“Ayah kami sering bekerja untuk kami, dan dia adalah seorang guru,” imbuhnya.
Suleiman dan Hazem termasuk dalam sembilan bersaudara — lima saudara laki-laki dan empat saudara perempuan. “Kami semua adalah lulusan universitas.”
Basil juga merupakan teman baik, kata Hassan al-Masry, 14 tahun. Keduanya pertama kali bertemu di awal tahun dan bermain-main serta bercanda, dengan cepat menjadi teman dekat. Sehari sebelum Basil ditembak, mereka sedang duduk bersama teman-teman lainnya. Mereka membuat api sambil mengobrol.
“Kami bahagia dan tertawa, dan tidak ada yang lebih baik dari ini,” kenang Hassan.
Keesokan harinya, dia sedang duduk bersama Basil di tempat mereka ngumpuk seperti biasa, ketika ibu Hassan memanggilnya pulang untuk makan siang.
Saat dia sedang makan, dia mendengar suara peluru dan orang-orang berteriak. “Saya berlari keluar,” katanya.
Dan ia mendapati temannya Basil, dengan Adam, sudah tewas.
Baca Juga: Faksi-faksi Palestina Serang Target Militer Israel di Gaza
(ian)
Lihat Juga :