Standar Ganda! Reaksi Dunia Atas Veto AS Terhadap Upaya Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Minggu, 10 Desember 2023 - 08:46 WIB
loading...
A A A
“Israel harus mampu mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh Hamas dan harus melakukannya dengan cara yang mematuhi hukum kemanusiaan internasional sehingga serangan seperti itu tidak akan terjadi lagi,” katanya kepada DK PBB.

Uni Emirat Arab


Wakil Duta Besar UEA untuk PBB Mohamed Abushahab bertanya kepada DK PBB: “Apa pesan yang kami kirimkan kepada warga Palestina jika kami tidak dapat bersatu mendukung seruan untuk menghentikan pemboman tanpa henti di Gaza? Sebenarnya, pesan apa yang kami sampaikan kepada warga sipil di seluruh dunia yang mungkin mengalami situasi serupa?”

Iran


Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian memperingatkan ancaman “ledakan tak terkendali” terhadap situasi di Timur Tengah, setelah AS memveto, kantor berita AFP melaporkan.

“Selama Amerika mendukung kejahatan rezim Zionis (Israel) dan kelanjutan perang… ada kemungkinan terjadinya ledakan yang tidak terkendali dalam situasi di kawasan ini,” kata Amirabdollahian kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui panggilan telepon, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

China


Perwakilan tetap China di PBB, Zhang Jun, mengatakan kepada DK PBB: “Membiarkan berlanjutnya pertempuran sambil mengaku peduli terhadap kehidupan dan keselamatan orang-orang di Gaza adalah tindakan yang kontradiktif. Membiarkan berlanjutnya pertempuran sambil menganjurkan pencegahan dampak lanjutan dari konflik adalah tindakan yang menipu diri sendiri. Membiarkan berlanjutnya pertempuran sambil menyebutkan perlindungan perempuan dan anak-anak serta hak asasi manusia adalah sebuah tindakan munafik. Semua ini sekali lagi menunjukkan kepada kita apa itu standar ganda.”

Rusia


Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, mengatakan: “Rekan-rekan kami dari AS benar-benar di depan mata kami telah menjatuhkan hukuman mati kepada ribuan, bahkan puluhan ribu warga sipil di Palestina dan Israel.”

Prancis


Duta Besar Prancis untuk PBB, Nicolas de Riviere, mengatakan di DK PBB: “Sayangnya sekali lagi dewan ini gagal karena kurangnya persatuan, dan dengan menolak melakukan negosiasi, krisis di Gaza semakin buruk dan dewan tidak menyelesaikan mandatnya berdasarkan piagam.”

Turki


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mempertanyakan apakah keadilan dapat dicapai setelah seruan gencatan senjata ditolak.

“Pemerintahan Israel, yang mendapat dukungan tak tergoyahkan dari negara-negara Barat, melakukan kekejaman dan pembantaian yang mematikan di Gaza yang akan membuat semua umat manusia tersipu… Dunia yang adil mungkin terjadi, tetapi tidak dengan Amerika, karena Amerika memihak Israel,” katanya saat berbicara di acara Hari Hak Asasi Manusia Sedunia.

“Mereformasi Dewan Keamanan PBB adalah suatu keharusan,” tambahnya, sambil mengatakan bahwa dunia lebih besar dari sekedar lima anggota tetap DK PBB.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan kepada media Turki: “Amerika sekarang sendirian dalam masalah ini (perang di Gaza), terutama dalam pemungutan suara yang diadakan di PBB hari ini… Sistem politik Amerika sekarang tidak berdaya dalam isu-isu terkait Israel.”

Oman


Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi mengatakan dalam sebuah postingan di X: “Penggunaan veto di Dewan Keamanan merupakan penghinaan yang memalukan terhadap norma-norma kemanusiaan. Saya sangat menyesal bahwa Amerika Serikat harus mengorbankan nyawa warga sipil yang tidak bersalah demi Zionisme.”

Malaysia


Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan “keberatan kerasnya” terhadap Amerika yang memveto resolusi tersebut.

“Aneh dan di luar kewarasan manusia ketika ada pihak yang mendukung dan bungkam terkait pembantaian anak-anak dan perempuan tak berdosa serta warga sipil,” tulisnya di X.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved