Israel Setujui Permukiman Ilegal Baru di Tengah Perang Gaza
Kamis, 07 Desember 2023 - 16:18 WIB
loading...
Israel setujui pembangunan permukiman ilegal baru yang cukup besar di Yerusalem Timur yang diduduki di tengah perang Jalur Gaza. Foto/Ilustrasi
A
A
A
TEL AVIV - Israel telah menyetujui pembangunan permukiman baru yang besar di Yerusalem Timur yang diduduki dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Itu dilakukan saat Israel menghadapi tuduhan genosida atas perang tanpa pandang bulu di Jalur Gaza yang terkepung.
Komite Perencanaan Distrik Yerusalem menyetujui rencana untuk membangun lingkungan Yahudi baru yang sebagian akan berlokasi di Yerusalem Timur, lapor Times of Israel.
Rencana tersebut akan mencakup pembangunan lebih dari 1.700 rumah baru untuk pemukim Israel. Sudah ada sekitar 200.000 warga Israel yang tinggal di pemukiman ilegal di Yerusalem Timur Palestina, yang dianeksasi Israel pada tahun 1967.
"Jika bukan karena perang (di Gaza), akan ada banyak keributan. Ini adalah proyek yang sangat bermasalah bagi kelangsungan negara Palestina antara Tepi Barat bagian selatan dan Yerusalem timur," kata Hagit Ofran dari Israel LSM Peace Now, seperti dikutip dari The New Arab, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga: Erdogan: Israel Akan Bayar Mahal Jika Berani Bunuh Pemimpin Hamas di Turki!
Tindakan tersebut dikutuk oleh negara-negara di kawasan, dan Turki mengatakan bahwa pemukiman tersebut merusak upaya untuk mencapai perdamaian abadi di wilayah tersebut.
Komite Perencanaan Distrik Yerusalem menyetujui rencana untuk membangun lingkungan Yahudi baru yang sebagian akan berlokasi di Yerusalem Timur, lapor Times of Israel.
Rencana tersebut akan mencakup pembangunan lebih dari 1.700 rumah baru untuk pemukim Israel. Sudah ada sekitar 200.000 warga Israel yang tinggal di pemukiman ilegal di Yerusalem Timur Palestina, yang dianeksasi Israel pada tahun 1967.
"Jika bukan karena perang (di Gaza), akan ada banyak keributan. Ini adalah proyek yang sangat bermasalah bagi kelangsungan negara Palestina antara Tepi Barat bagian selatan dan Yerusalem timur," kata Hagit Ofran dari Israel LSM Peace Now, seperti dikutip dari The New Arab, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga: Erdogan: Israel Akan Bayar Mahal Jika Berani Bunuh Pemimpin Hamas di Turki!
Tindakan tersebut dikutuk oleh negara-negara di kawasan, dan Turki mengatakan bahwa pemukiman tersebut merusak upaya untuk mencapai perdamaian abadi di wilayah tersebut.
Lihat Juga :