Terkendala Kebijakan Ketat di China, Produsen Obat Barat Mulai Beralih ke India

Kamis, 07 Desember 2023 - 09:47 WIB
loading...
A A A
Nimgaonkar mengatakan, ketika Glyscend mengeluarkan RFP pada tahap pengembangan obat-obatan yang sedang diuji, organisasi pengembangan dan manufaktur kontrak India (CDMO) akan memiliki preferensi dibandingkan organisasi China. Namun Nimgaonkar juga khawatir dengan kemampuan CDMO India dalam menyamai standar yang ditetapkan rekan-rekannya di China.

Empat perusahaan CDMO terbesar di India–Syngene, Aragen Life Sciences, Piramal Pharma Solutions, dan Sai Life Sciences – telah menyaksikan lonjakan bisnis dengan banyaknya permintaan yang datang dari perusahaan farmasi Barat, termasuk perusahaan multinasional besar. Sesuai perkiraan, perusahaan-perusahaan ini telah melaporkan pertumbuhan sebesar 25 hingga 30 persen pada kuartal terakhir.

CEO Piramal Pharma Solutions, Peter DeYoung, berpendapat bahwa manfaat penuh yang akan diperoleh India tidak akan terjadi dalam semalam. Ia merasa perlu waktu agar kontrak tersebut bisa lebih menguntungkan bagi perusahaan outsourcing seperti miliknya.

Kontrak Baru dari Barat


Helen Chen, Managing Partner China Raya di L.E.K. Consulting di Shanghai, mengatakan bahwa, "CDMO China adalah produsen obat-obatan biologis yang sudah mapan, yang memerlukan ambang batas persetujuan peraturan yang lebih tinggi dibandingkan obat-obatan konvensional."

Dia merasa bahwa mempekerjakan perusahaan baru di luar China akan menjadi tugas rumit bagi perusahaan bioteknologi Barat karena umumnya memerlukan waktu tiga sampai lima tahun untuk menyelesaikannya.

Piramal Pharma mendapat permintaan tinggi dari perusahaan bioteknologi Barat dan diminta memproduksi bahan mentah dasar sendiri yang sebelumnya dialihdayakan dari China. Sai Life Sciences juga menghadapi permintaan tinggi dan telah menggandakan kapasitas produksinya sejak tahun 2019, dan menambahkan 25 persen lebih banyak untuk meningkatkan produksi.

Ramesh Subramanian, kepala bagian komersial Aragen, mengatakan bahwa perusahaannya mengalami pertumbuhan tenaga kerja yang luar biasa dari 2.500 menjadi 4.500 karyawan dalam lima tahun terakhir. Profit perusahaan meningkat sebagian besarnya karena kontrak-kontrak baru yang berdatangan dari sejumlah perusahaan Barat. Aragen saat ini berdiri tegak di antara perusahaan farmasi terbesar di India.

Meski pertumbuhan di sektor farmasi India tampak menjanjikan, perusahaan-perusahaan bioteknologi baru masih ragu untuk melakukan peralihan cepat dari China ke India, dan saat ini mereka cenderung ingin mengambil langkah-langkah kecil terlebih dahulu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Jawaban untuk Kenyamanan...
Jawaban untuk Kenyamanan Menginap Melalui Pilihan Hotel-Hotel Favorit
Berita Terkini
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Infografis
Respons China saat AS...
Respons China saat AS Hendak Jual Jet Tempur F-35 ke India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved