Soal Yerusalem, PM Najib Bilang Malaysia Tak Takut Ancaman AS

Jum'at, 22 Desember 2017 - 16:24 WIB
Soal Yerusalem, PM Najib...
Soal Yerusalem, PM Najib Bilang Malaysia Tak Takut Ancaman AS
A A A
PUTRA JAYA - Malaysia tidak takut dan terpengaruh oleh ancaman Amerika Serikat (AS) untuk mendukung resolusi PBB tentang pembatalan pengakuan sepihak Washington atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

Najib mengaku pernah disambut hangat oleh Presiden AS Donald Trump saat berkunjung ke Gedung Putih pada bulan September lalu. Namun, kata diam hal itu tidak akan bergeming mengenai prinsip melindungi kesucian Islam.

”Apapun yang mungkin terjadi, saya tidak akan mengorbankan kesucian Islam,” kata Najib.

”Amerika Serikat mungkin adalah negara adikuasa, tapi jangan memandang rendah Malaysia,” ujar dia dalam pidato saat demonstrasi ”Solidaritas untuk Menyelamatkan Yerusalem” yang diadakan di kompleks Masjid Putra, Jumat (22/12/2017).

”Kami juga memiliki harga diri dan kami belum meminta pinjaman dari Amerika Serikat. Sebenarnya dalam banyak hal, mereka mencari pertolongan kami, mereka meminta kami untuk membantu membeli pesawat terbang dan semacamnya,” papar Najib.

”Apa artinya ini? Ini berarti kita berkembang ke titik di mana kita menjadi model bagi negara lain,” imbuh dia seperti dikutip The Star.

Ribuan orang termasuk warga non-Muslim menghadiri pertemuan besar yang diselenggarakan oleh Barisan Nasional. Mereka yang hadir termasuk tokoh dari berbagai partai oposisi seperti PAS, PKR, Parti Amanah Negara, Parti Pribumi Bersatu Malaysia dan PKR. Mantan PM Mahathir Mohamad juga hadir.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam voting di Majelis Umum PBB, sebanyak 128 negara termasuk Indonesia dan Malaysia memilih mendukung resolusi yang menekan AS untuk membatalkan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sembilan negara termasuk AS dan Israel memilih menentang resolusi tersebut. Sedangkan 35 negara lainnya abstain.

Komentar Najib sebagai respons atas ancaman Presiden Trump menjelang voting Majelis Umum PBB. Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung resolusi.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Menurut Presiden Iran,...
Menurut Presiden Iran, Amerika Serikat Bersalah dalam Serangan Israel di Gaza
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
8 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
9 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
10 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
11 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
13 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
13 jam yang lalu
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved