Abaikan Tekanan AS, Turki Tetap Mendukung Hamas
Sabtu, 02 Desember 2023 - 21:41 WIB
loading...
A
A
A
Israel pada Jumat kembali melancarkan serangan udara setelah kedua pihak gagal memperpanjang gencatan senjata tujuh hari yang telah menyebabkan 80 sandera Israel dibebaskan dan ditukar dengan 240 tahanan Palestina.
Pejuang Hamas membunuh sekitar 1.200 orang – kebanyakan warga sipil – dan menyandera sekitar 240 warga Israel dan orang asing, kata para pejabat Israel, setelah menerobos perbatasan militer ke Israel selatan pada 7 Oktober.
Otoritas Hamas yang menguasai Gaza mengatakan serangan balasan Israel melalui udara dan darat telah menewaskan lebih dari 15.000 orang – sebagian besar adalah warga sipil.
Erdogan telah menjadi salah satu kritikus paling vokal di dunia Muslim terhadap taktik militer Israel di Gaza.
Dia memanggil kembali utusan Ankara untuk Tel Aviv dan menuntut agar para komandan dan pemimpin politik Israel diadili karena “kejahatan perang” di Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag.
Baca Juga: Ini Bahaya AI yang Dimanfaatkan Israel untuk Membunuh Warga Tak Berdosa di Gaza
Para pemimpin politik Hamas telah menggunakan Istanbul sebagai salah satu basis asing mereka selama dua dekade pemerintahan Erdogan.
Media Turki melaporkan bahwa mereka pindah ke Qatar setelah Ankara menyuarakan ketidaksenangannya terhadap gambar-gambar di media sosial yang menunjukkan pejabat Hamas merayakan serangan 7 Oktober.
Pejuang Hamas membunuh sekitar 1.200 orang – kebanyakan warga sipil – dan menyandera sekitar 240 warga Israel dan orang asing, kata para pejabat Israel, setelah menerobos perbatasan militer ke Israel selatan pada 7 Oktober.
Otoritas Hamas yang menguasai Gaza mengatakan serangan balasan Israel melalui udara dan darat telah menewaskan lebih dari 15.000 orang – sebagian besar adalah warga sipil.
Erdogan telah menjadi salah satu kritikus paling vokal di dunia Muslim terhadap taktik militer Israel di Gaza.
Dia memanggil kembali utusan Ankara untuk Tel Aviv dan menuntut agar para komandan dan pemimpin politik Israel diadili karena “kejahatan perang” di Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag.
Baca Juga: Ini Bahaya AI yang Dimanfaatkan Israel untuk Membunuh Warga Tak Berdosa di Gaza
Para pemimpin politik Hamas telah menggunakan Istanbul sebagai salah satu basis asing mereka selama dua dekade pemerintahan Erdogan.
Media Turki melaporkan bahwa mereka pindah ke Qatar setelah Ankara menyuarakan ketidaksenangannya terhadap gambar-gambar di media sosial yang menunjukkan pejabat Hamas merayakan serangan 7 Oktober.
Lihat Juga :