AS Disebut Sedang Rancang Pengusiran Pejuang Hamas dari Gaza

Kamis, 30 November 2023 - 19:09 WIB
loading...
AS Disebut Sedang Rancang...
Presiden AS Joe Biden bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023. Foto/REUTERS/Evelyn Hockstein
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dilaporkan sedang mengupayakan penyelesaian krisis di Gaza serupa dengan yang diterapkan Presiden Ronald Reagan terhadap Israel selama pengepungan Beirut tahun 1982.

Reagan menekan Perdana Menteri Israel saat itu, Menachem Begin, untuk menghentikan pemboman di ibu kota Lebanon.

Gencatan senjata yang dimediasi AS melibatkan relokasi ribuan pejuang Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dari Lebanon ke negara lain.

The Wall Street Journal melaporkan pada Rabu (29/11/2023) bahwa Washington sedang mendiskusikan pengaturan serupa untuk Gaza dengan Israel.

Berdasarkan proposal tersebut, ribuan pejuang Palestina Hamas akan diizinkan meninggalkan daerah kantong yang terkepung tersebut.

Surat kabar tersebut tidak secara langsung menghubungkan gagasan tersebut dengan AS, dan menyebutnya sebagai bagian dari “perkembangan pembicaraan Israel dan Amerika tentang siapa yang akan memerintah Gaza” setelah perang berakhir.

Baca juga: Biadabnya Israel, Tahanan Palestina Dipukuli Tiap Hari, Tulang Patah Biasa, Mati Banyak

Pengusiran paksa akan melemahkan basis kekuatan Hamas di wilayah Gaza. Keberlangsungan ide tersebut masih dipertanyakan, menurut laporan itu.

“Saya tidak melihat mereka serasional PLO,” ujar seorang pejabat Israel kepada WSJ. “Ini adalah organisasi yang lebih religius dan jihadis yang terhubung dengan ide-ide Iran.”

Israel dilaporkan membantu Hamas mendapatkan kekuasaan, melihatnya sebagai penyeimbang yang berguna bagi PLO dan sayap politiknya Fatah, yang saat ini mengendalikan Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat.

Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kebijakan tersebut, yang tidak diakui secara publik, “adalah memperlakukan Otoritas Palestina sebagai beban dan Hamas sebagai aset,” menurut Times of Israel.

Perpecahan di antara warga Palestina membantu Israel menghalangi pembicaraan mengenai solusi dua negara terhadap konflik Timur Tengah.

“Selama pembicaraan, Israel menolak memberikan kendali kepada Otoritas Palestina atas Gaza setelah penggulingan Hamas,” ungkap laporan WSJ.

Banyaknya korban sipil yang ditimbulkan oleh pasukan Israel selama pengepungan Beirut menyebabkan keretakan diplomatik antara Washington dan Israel.

Reagan menghentikan pengiriman bom tandan ke Israel dan bahkan menyebut kekerasan di Lebanon sebagai “holocaust” dalam komunikasinya dengan Menachem Begin.

Pemimpin Israel Menachem Begin mengatakan dia terluka dengan perbandingan tersebut, namun meremehkan seluruh percakapan telepon tersebut dan menyebutnya sebagai “salah paham yang besar.”

Biden berada di bawah tekanan yang meningkat dari anggota parlemen dari partainya sendiri untuk memberikan syarat bantuan militer ke Israel dengan mengurangi pemboman di Gaza.

Presiden AS mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa hal tersebut merupakan “pemikiran yang bermanfaat,” namun Gedung Putih kemudian menegaskan pernyataan tersebut tidak mengindikasikan adanya perubahan kebijakan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved