6 Kekejaman Israel Terhadap Ribuan Tahanan Palestina
Kamis, 30 November 2023 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa tahanan Palestina yang dibebaskan sebagai bagian dari gencatan senjata mengatakan mereka dipukuli dan dipermalukan oleh tentara Israel sebelum dibebaskan.
Pemukulan semakin intens dan sering terjadi setelah dimulainya perang, namun kesaksian para tahanan selama beberapa dekade menunjukkan adanya pola pemukulan, penyiksaan dan penganiayaan terhadap tahanan yang sudah berlangsung lama.
Sejak awal perang, kelompok hak asasi manusia telah melaporkan bahwa Layanan Penjara Israel juga telah membatasi air, makanan, perawatan medis dan barang-barang komunal bagi para tahanan dan telah membatasi atau bahkan menghentikan kunjungan keluarga dan pengacara.
Ini berarti bahwa para tahanan Palestina telah kehilangan beberapa hak istimewa terbatas yang mereka peroleh selama bertahun-tahun berkampanye dan melakukan mogok makan di penjara-penjara yang kini juga sudah penuh sesak.
![6 Kekejaman Israel Terhadap Ribuan Tahanan Palestina]()
Foto/Reuters
Ratusan anak-anak, beberapa di antaranya berusia sembilan tahun, telah ditahan oleh pasukan Israel dalam tindakan yang menurut banyak orang merupakan pelanggaran terhadap Konvensi PBB tentang Hak Anak. Anak-anak tidak lebih baik kondisinya dibandingkan orang dewasa di penjara-penjara Israel, dan serangkaian pelanggaran terhadap mereka telah didokumentasikan.
Kelompok hak asasi manusia Save the Children mengatakan dalam sebuah laporan pada bulan Juli bahwa 86 persen anak-anak dipukuli di tahanan Israel, 69 persen digeledah dan 42 persen terluka selama penangkapan mereka. Mereka menderita luka tembak, patah tulang, dan cedera lainnya.
Beberapa anak telah melaporkan kekerasan yang bersifat seksual, dan beberapa lainnya dipindahkan ke pengadilan atau di antara pusat penahanan dalam kandang kecil, kata organisasi hak anak yang berbasis di London.
Anak-anak Palestina adalah “satu-satunya anak di dunia yang dituntut secara sistematis di pengadilan militer” dan diperkirakan 10.000 anak telah ditahan dalam sistem penahanan militer Israel selama 20 tahun terakhir, menurut kelompok tersebut.
Pemukulan semakin intens dan sering terjadi setelah dimulainya perang, namun kesaksian para tahanan selama beberapa dekade menunjukkan adanya pola pemukulan, penyiksaan dan penganiayaan terhadap tahanan yang sudah berlangsung lama.
Sejak awal perang, kelompok hak asasi manusia telah melaporkan bahwa Layanan Penjara Israel juga telah membatasi air, makanan, perawatan medis dan barang-barang komunal bagi para tahanan dan telah membatasi atau bahkan menghentikan kunjungan keluarga dan pengacara.
Ini berarti bahwa para tahanan Palestina telah kehilangan beberapa hak istimewa terbatas yang mereka peroleh selama bertahun-tahun berkampanye dan melakukan mogok makan di penjara-penjara yang kini juga sudah penuh sesak.
6. Banyak Anak-anak Palestina Menderita di Tahanan Palestina

Foto/Reuters
Ratusan anak-anak, beberapa di antaranya berusia sembilan tahun, telah ditahan oleh pasukan Israel dalam tindakan yang menurut banyak orang merupakan pelanggaran terhadap Konvensi PBB tentang Hak Anak. Anak-anak tidak lebih baik kondisinya dibandingkan orang dewasa di penjara-penjara Israel, dan serangkaian pelanggaran terhadap mereka telah didokumentasikan.
Kelompok hak asasi manusia Save the Children mengatakan dalam sebuah laporan pada bulan Juli bahwa 86 persen anak-anak dipukuli di tahanan Israel, 69 persen digeledah dan 42 persen terluka selama penangkapan mereka. Mereka menderita luka tembak, patah tulang, dan cedera lainnya.
Beberapa anak telah melaporkan kekerasan yang bersifat seksual, dan beberapa lainnya dipindahkan ke pengadilan atau di antara pusat penahanan dalam kandang kecil, kata organisasi hak anak yang berbasis di London.
Anak-anak Palestina adalah “satu-satunya anak di dunia yang dituntut secara sistematis di pengadilan militer” dan diperkirakan 10.000 anak telah ditahan dalam sistem penahanan militer Israel selama 20 tahun terakhir, menurut kelompok tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :