Netanyahu Gunakan Isu Hamas untuk Mempertahankan Kekuasaan
Senin, 27 November 2023 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Brutal! Israel Jatuhkan 40.000 Ton Bom di Jalur Gaza Sejak 7 Oktober
Raz menyebutnya sebagai “aliansi aneh” yang mungkin bisa berakhir dengan serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel dan operasi militer Israel lanjutan di Gaza.
“Tujuan dari kebijakan Netanyahu diduga untuk memecah belah rakyat Palestina, membiarkan Hamas menguasai Gaza dan membiarkan saingannya dari Otoritas Palestina menguasai Tepi Barat. Konflik antara kedua kelompok membuat solusi dua negara yang dinegosiasikan menjadi mustahil,” klaim Washington Post.
Menurut laporan itu, hal itu juga memungkinkan perdana menteri mengabaikan masalah Palestina sama sekali.
“Tanpa kepemimpinan yang bersatu, (Netanyahu) dapat mengatakan bahwa dia tidak dapat melanjutkan perundingan perdamaian,” ujar Dahlia Scheindlin, pakar jajak pendapat dan analis politik Israel.
Dia menjelaskan, “Hal ini memungkinkan dia untuk berkata, ‘Tidak ada orang yang bisa diajak bicara.’” Sebaliknya, dia fokus pada kebuntuan Israel dengan Iran dan pembangunan ekonomi, menurut Washington Post, mengutip penulis biografi Netanyahu, Anshel Pfeffer.
“Netanyahu selalu merasa konflik Palestina adalah gangguan yang digunakan sebagai isu yang mengganggu di Israel,” ungkap Pfeffer kepada surat kabar tersebut.
Raz menyebutnya sebagai “aliansi aneh” yang mungkin bisa berakhir dengan serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel dan operasi militer Israel lanjutan di Gaza.
“Tujuan dari kebijakan Netanyahu diduga untuk memecah belah rakyat Palestina, membiarkan Hamas menguasai Gaza dan membiarkan saingannya dari Otoritas Palestina menguasai Tepi Barat. Konflik antara kedua kelompok membuat solusi dua negara yang dinegosiasikan menjadi mustahil,” klaim Washington Post.
Menurut laporan itu, hal itu juga memungkinkan perdana menteri mengabaikan masalah Palestina sama sekali.
“Tanpa kepemimpinan yang bersatu, (Netanyahu) dapat mengatakan bahwa dia tidak dapat melanjutkan perundingan perdamaian,” ujar Dahlia Scheindlin, pakar jajak pendapat dan analis politik Israel.
Dia menjelaskan, “Hal ini memungkinkan dia untuk berkata, ‘Tidak ada orang yang bisa diajak bicara.’” Sebaliknya, dia fokus pada kebuntuan Israel dengan Iran dan pembangunan ekonomi, menurut Washington Post, mengutip penulis biografi Netanyahu, Anshel Pfeffer.
“Netanyahu selalu merasa konflik Palestina adalah gangguan yang digunakan sebagai isu yang mengganggu di Israel,” ungkap Pfeffer kepada surat kabar tersebut.
Lihat Juga :