Presiden Trump Retweet Video Anti-Muslim Menuai Kecaman

Kamis, 30 November 2017 - 02:52 WIB
Presiden Trump Retweet...
Presiden Trump Retweet Video Anti-Muslim Menuai Kecaman
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui akun Twitter-nya me-retweet (mengicaukan ulang) video anti-Muslim yang dipublikasikan kelompok Britain First. Tindakan Trump di media sosial itu memicu kecaman dari pemerintah Inggris dan para politisi London.

Beberapa video anti-Muslim awalnya diunggah Wakil Ketua Britain First, Jayda Fransen. Salah satu video menunjukkan seseorang yang diklaim sebagai “pendatang Muslim” di Belanda menyerang seorang pemuda dengan tongkat. Penyerang dalam video tersebut kemudian ditangkap dan ternyata bukan Muslim atau pun migran.

Pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn mengutuk retweet video oleh akun Twitter Trump yang memiliki follower jutaan itu.”Menjijikkan, berbahaya dan mengancam masyarakat kita,” kata Corbyn.

Perdana Menteri Inggris Theresa May melalui seorang juru bicara mengutuk video kelompok Britain First tersebut.”Britain First berusaha untuk memecah masyarakat melalui penggunaan narasi kebencian yang menjajakan kebohongan, dan hentikan perpecahan,” katanya.

”Mereka menyebabkan kegelisahan terhadap orang-orang yang taat hukum. Orang-orang Inggris sangat menolak retorika prasangka, yang merupakan antitesis dari nilai-nilai bahwa negara ini mewakili kesopanan, toleransi dan rasa hormat,” lanjut juru bicara PM May.

”Adalah salah jika presiden melakukan ini,” lanjut kecaman pihak PM Inggris mengacu pada tindakan Presiden Trump, seperti dikutip Reuters, Kamis (30/11/2017).

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders membela retweet Presiden Trump. ”Ini adalah ancaman nyata yang harus kita bicarakan,” kata Sanders.

Ketika ditanya apakah video itu nyata, Sanders berujar; ”Ancamannya nyata, tidak peduli bagaimana Anda melihatnya.”
(mas)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Hasil Timnas Inggris...
Hasil Timnas Inggris vs Amerika Serikat: Tiga Singa Dibikin Ompong
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
33 menit yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
7 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
8 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
10 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
10 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved