Media Beijing Lempar Tebakan: Siapa Menang Jika AS dan China Perang?
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Menteri Pertahanan China Wei Fenghe memperingatkan Menteri Pertahanan AS Marks Esper agar Washington tidak melakukan tindakan berbahaya di Taiwan. Peringatan muncul setelah Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Alex Azar dijadwalkan berkunjung ke Taipei dalam beberapa hari mendatang.
Wei mendesak Washington untuk menghindari meletusnya ketegangan bilateral."Hentikan kata-kata dan perbuatan yang salah dan hindari mengambil tindakan berbahaya yang dapat meningkatkan situasi," kata Wei, merujuk pada kebijakan AS terhadap Taiwan dan Laut China Selatan, seperti dilansir Xinhua, Jumat (7/8/2020). (Baca: Menteri AS Hendak Kunjungi Taiwan, China Geram )
Tetapi Esper mengatakan kepada Wei bahwa China sedang melakukan kegiatan destabilisasi, yang menurut Pentagon, tidak menunjukkan tanda-tanda mundur ketika AS menolak klaim kedaulatan China di kedua wilayah tersebut.
"Menteri (Esper) menyerukan transparansi Republik Rakyat China (RRC) yang lebih besar tentang Covid, menyatakan keprihatinan tentang aktivitas destabilisasi RRC di sekitar Taiwan di Laut China Selatan dan meminta RRC untuk menghormati kewajiban internasional," kata juru bicara Departemen Pertahanan Jonathan Hoffman.
Kontak telepon kedua menteri pertahanan itu dilaporkan berlangsung sekitar 90 menit.
Amerika Serikat telah meningkatkan kampanye diplomatik yang luas terhadap Beijing, yang menuduhnya atas segala hal mulai dari pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran, berupaya untuk menjajah wilayah Laut China Selatan , hingga menggunakan teknologi seperti aplikasi populer TikTok untuk memanen informasi pribadi jutaan orang di seluruh dunia.
Wei mendesak Washington untuk menghindari meletusnya ketegangan bilateral."Hentikan kata-kata dan perbuatan yang salah dan hindari mengambil tindakan berbahaya yang dapat meningkatkan situasi," kata Wei, merujuk pada kebijakan AS terhadap Taiwan dan Laut China Selatan, seperti dilansir Xinhua, Jumat (7/8/2020). (Baca: Menteri AS Hendak Kunjungi Taiwan, China Geram )
Tetapi Esper mengatakan kepada Wei bahwa China sedang melakukan kegiatan destabilisasi, yang menurut Pentagon, tidak menunjukkan tanda-tanda mundur ketika AS menolak klaim kedaulatan China di kedua wilayah tersebut.
"Menteri (Esper) menyerukan transparansi Republik Rakyat China (RRC) yang lebih besar tentang Covid, menyatakan keprihatinan tentang aktivitas destabilisasi RRC di sekitar Taiwan di Laut China Selatan dan meminta RRC untuk menghormati kewajiban internasional," kata juru bicara Departemen Pertahanan Jonathan Hoffman.
Kontak telepon kedua menteri pertahanan itu dilaporkan berlangsung sekitar 90 menit.
Amerika Serikat telah meningkatkan kampanye diplomatik yang luas terhadap Beijing, yang menuduhnya atas segala hal mulai dari pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran, berupaya untuk menjajah wilayah Laut China Selatan , hingga menggunakan teknologi seperti aplikasi populer TikTok untuk memanen informasi pribadi jutaan orang di seluruh dunia.
Lihat Juga :