Menlu AS Tuduh Rusia Gunakan Nuklir untuk Dominasi Global

Rabu, 29 November 2017 - 06:43 WIB
Menlu AS Tuduh Rusia...
Menlu AS Tuduh Rusia Gunakan Nuklir untuk Dominasi Global
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson menuduh Rusia menggunakan senjata nuklir untuk menegaskan dominasi global-nya dan menghidupkan kembali ancaman Perang Dingin. Menurutnya, kedua negara belum saatnya kerja sama dalam kontraterorisme.

Berbicara di Woodrow Wilson Center di Washington DC pada hari Selasa, Tillerson mengatakan bahwa Rusia menggunakan persenjataan nuklirnya untuk memaksakan kehendaknya kepada pihak lain. Sebagai contoh, kata dia, invasi terhadap Georgia pada tahun 2008 dan Crimea pada tahun 2014.

”Dengan berakhirnya Perang Dingin, ancaman yang akan dihadapi setiap orang selama 70 tahun itu kini semakin berkurang. Yang sekarang kita sadari adalah tidak,” kata Tillerson.

”Ini masih menentukan dirinya sendiri; masih mencari perannya atas nama Rusia,” lanjut Tillerson, seperti dikutip Russia Today.

Tillerson juga mengkritik Rusia karena telah membantu rezim Pemerintah Suriah—yang dia sebut mengabaikan warga negaranya sendiri—dalam pertempuran melawan Islamic State (ISIS), al-Qaeda, dan kelompok teroris lainnya.

Rusia melakukan intervensi militer di Suriah pada tahun 2015 atas permintaan Presiden Bashar al-Assad. Bantuan Moskow dan Hizbullah Lebanon telah membuat perubahan drastis di Suriah di mana rezim Assad menikmati kemenangan.

Meski menuduh Rusia memiliki agenda untuk mendominasi kekuatan global, Tillerson mengatakan bahwa AS dan Rusia masih bisa bekerja sama untuk mengalahkan ISIS.

”Sehubungan dengan Rusia, ada area kerja sama. Kami bekerja keras di Suriah untuk mengalahkan ISIS dan kami berada di titik puncak untuk meraih ISIS,” ujarnya.

Tillerson mengatakan bahwa Rusia sangat ingin bekerja sama dengan AS dalam upaya kontraterorisme, namun pemerintah Trump menolak untuk mengejar opsi tersebut.

”Ada banyak bidang kerja sama dengan Rusia, dan mereka memiliki banyak orang lain yang ingin bekerja sama dengan kita. Kami hanya tidak berpikir bahwa ini sudah waktunya untuk melakukan itu,” paparnya.

Diplomat Washington itu melanjutkan, AS mungkin tertarik untuk bekerja sama dengan Rusia di Afghanistan. “Ada peluang untuk kerja sama di Afghanistan. Kami belum sampai pada apa yang mungkin terjadi, tapi kami membicarakannya,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
25 menit yang lalu
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
39 menit yang lalu
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
1 jam yang lalu
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
1 jam yang lalu
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
1 jam yang lalu
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
2 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved