6 Jalan Sulit bagi Israel Mengalahkan Hamas sebagai Perang yang Mustahil

Minggu, 26 November 2023 - 22:22 WIB
loading...
6 Jalan Sulit bagi Israel...
Ambisi Israel melenyapkan Hamas sebagai perang yang mustahil. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Pada tanggal 21 November, AS, Qatar, dan Mesir mencapai terobosan diplomatik besar pertama dalam perang Gaza tahun 2023. Mereka menengahi perjanjian yang akan menjamin pembebasan 50 sandera Israel dan 150 tahanan Palestina dan memfasilitasi gencatan senjata empat hari antara Israel dan Hamas.

Perjanjian tersebut juga memungkinkan ratusan truk berisi makanan, obat-obatan, dan pasokan bahan bakar mencapai Jalur Gaza yang terkepung.

Perjanjian ini, meski menjanjikan, kemungkinan besar tidak akan menghasilkan perdamaian abadi. Ketika kabinet Israel meratifikasi perjanjian tersebut, PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, “Kami sedang berperang, dan kami akan melanjutkan perang. Kami akan melanjutkannya sampai kami mencapai semua tujuan kami”.

Mitra koalisi sayap kanan Netanyahu bahkan lebih menekankan perlunya Israel melanjutkan perang. Menteri Keamanan Nasional Israel dan pemimpin Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi) Itamar Ben-Gvir memperingatkan bahwa kesepakatan pembebasan sandera akan menjadi sebuah “bencana” dan membandingkannya dengan pembebasan tentara Israel Gilat Shalit.

Shalit dibebaskan dari tahanan Hamas pada tahun 2011 dengan imbalan 1.027 tahanan Palestina, termasuk pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar.

Namun apakah Israel punya jalan menuju kemenangan sesuai dengan keinginan Netanyahu? Enam minggu setelah perang Gaza, yang telah mengakibatkan kematian sedikitnya 14.500 warga Palestina, Netanyahu menghadapi perjuangan panjang untuk sepenuhnya mengalahkan Hamas dan menyelamatkan warisan politiknya yang ternoda,"

Sekalipun Israel berhasil membunuh para komandan utama Brigade al-Qassam, transisi cepat menuju pemerintahan mandiri Palestina masih jauh dari kenyataan dan akan terjadi pendudukan Israel yang memakan banyak biaya di Gaza.

Baca Juga: 18 Mantan Dubes Prancis Sebut Ambisi Israel Menghancurkan Hamas Hanya Ilusi

Berikut adalah 6 fakta yang menunjukkan jalan sulit Israel menuju kemenangan militer atas Hamas.

1. Mengepung Basis Hamas dan Membagi Jalur Gaza Jadi Dua

6 Jalan Sulit bagi Israel Mengalahkan Hamas sebagai Perang yang Mustahil

Foto/Reuters

Setelah operasi darat Israel diintensifkan pada tanggal 27 Oktober, tentara Israel bertujuan untuk mengepung benteng Hamas dengan membagi Jalur Gaza menjadi dua. Militer Israel menyerbu daerah kantong tersebut melalui Beit Hanoun di Gaza utara dan Bureij di Gaza tengah, yang merupakan jalur yang digunakan Israel selama serangan sebelumnya terhadap Hamas dan Jihad Islam.

"Strategi militer Israel telah memperoleh beberapa keberhasilan awal. Mereka berhasil mengepung Kota Gaza dengan cepat, yang dilindungi oleh percabangan Jalur Gaza," kata Samuel Ramani, peneliti Timur Tengah Universitas Oxford, dilansir The New Arab.

Pada tanggal 6 November, juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari menyatakan bahwa “hari ini ada Gaza utara dan Gaza selatan”. Pada tanggal 21 November, tentara telah mengepung Jabaliya di Gaza utara, yang digambarkan Israel sebagai benteng utama Hamas.

"Terlepas dari kemenangan-kemenangan ini, tugas tersulit militer Israel masih terbentang di depan mata. Ketika permusuhan di Jalur Gaza berlanjut setelah gencatan senjata jangka pendek, tentara Israel akan terpaksa terlibat dalam perang perkotaan," papar Ramani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Iran Tolak Negosiasi...
Iran Tolak Negosiasi dengan AS saat Ini, Fokus Perang
Rekomendasi
Wasit UEFA Slavko Vincic...
Wasit UEFA Slavko Vincic Pimpin Final Piala Dunia 2026, Dianggap Untungkan Spanyol
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
Berita Terkini
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved