Rusia: AS Jadikan Nuklir Korut Kedok untuk Pompa Senjata ke Asia

Sabtu, 25 November 2017 - 08:10 WIB
Rusia: AS Jadikan Nuklir...
Rusia: AS Jadikan Nuklir Korut Kedok untuk Pompa Senjata ke Asia
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia menuding Amerika Serikat (AS) menggunakan ancaman senjata nuklir Korea Utara (Korut) sebagai kedok untuk memompa senjata ke Asia, khususnya ke Jepang dan Korea Selatan. Moskow menganggap tindakan Washington sebagai respons yang tidak proporsional terhadap ancaman Pyongyang.

Komentar itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono di Moskow, pada hari Jumat.

“Moskow tidak dapat menerima upaya untuk memompa persenjataan dan peralatan militer ke wilayah (Asia), dan untuk militerisasi dengan mengutip ancaman nuklir Korea Utara,” kata Lavrov.

”Kami percaya bahwa tindakan yang diambil oleh AS dan sekutunya di wilayah tersebut sama sekali tidak proporsional terhadap apa yang dibutuhkan,” lanjut Lavrov, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (25/11/2017).

Rusia menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai fakta bahwa baik Jepang maupun Korea Selatan menjadi wilayah yang menguasai sistem pertahanan rudal global AS. ”Yang ditempatkan di wilayah tersebut dengan kedok (menanggapi ancaman Korea Utara),” imbuh Lavrov.

Diplomat top Moskow ini melanjutkan, perisai rudal balistik Amerika serupa sedang ditempatkan di Eropa, dengan Washington mengklaim sebagai upaya untuk melindungi benua itu dari ancaman rudal Iran. ”Jika Anda melihat peta,” ujar Lavrov, ”Anda akan melihat sistem pertahanan rudal AS ini secara ajaib mengelilingi Rusia dan China.”

Namun, Menteri Luar Negeri Jepang Tato Kono tidak setuju dengan komentar Lavrov. Menurutnya, perisai pertahanan rudal buatan AS tidak akan merusak hubungan Rusia-Jepang.

”Seperti kita ketahui, kita benar-benar ragu bahwa mereka (AS) akan setuju untuk mengendalikan beberapa elemen sistem pertahanan rudal global ini kepada orang lain,” katanya.

Kendati demikian, Rusia juga menentang keras ambisi Pyongyang untuk mengembangkan senjata nuklir. ”Moskow tidak menyambut usaha (pengembangan) rudal dan nuklir Pyongyang yang secara terang-terangan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB,” ujar Lavrov.

”Rusia dan China bersikeras bahwa bagian lain dari resolusi tersebut, terutama yang menyerukan kebangkitan kembali perundingan (dengan Korea Utara), juga harus dilaksanakan,” papar dia.
(mas)
Berita Terkait
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
AS Koordinasikan Sanksi...
AS Koordinasikan Sanksi Korea Utara dengan Sekutu Asia
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Hadapi Ancaman 3 Negara,...
Hadapi Ancaman 3 Negara, Korea Utara Tes Sistem Senjata Nuklir Bawah Air
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
3 jam yang lalu
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
5 jam yang lalu
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
6 jam yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
7 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
7 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved