Cek Fakta: Video Ledakan Beirut akibat Rudal Israel Adalah Rekayasa

loading...
Cek Fakta: Video Ledakan Beirut akibat Rudal Israel Adalah Rekayasa
Awan jamur besar muncul sesaat setelah ledakan yang menghentakkan banyak gedung di sekitar pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). Foto/RIA Novosti
A+ A-
BEIRUT - Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim menunjukkan sebuah rudal Israel yang menyebabkan ledakan besar di Beirut pada Selasa (4/8/2020). Video tersebut adalah rekayasa digital.

Video yang direkayasa telah dibagikan di Facebook (klik di sini), Twitter (klik di sini) dan YouTube (klik di sini), dengan beberapa pengguna media sosial mencatat bahwa itu beredar di platform berbagi pesan tertutup seperti Telegram (klik di sini) dan WhatsApp (klik di sini). Beberapa pengguna mengklaim "rudal" itu milik Israel (klik di sini).

Ada juga video versi lebih pendek, dipotong, dan kualitasnya lebih rendah daripada upload sebelumnya yang menampilkan rekaman yang sama (klik di sini). (Baca: Politisi Israel Senang dengan Ledakan Beirut, Sebut Hadiah Tuhan)

Video itu dilapisi dengan grafik dan termasuk gambar diam di awal dengan gambar rudal yang dilingkari dengan jelas dan tidak masuk akal.

Dalam analisis frame-by-frame video, proyektil ini tidak terlihat di semua frame kunci, termasuk sebelum momen tumbukan.



Video asli, yang belum diedit, pertama kali diunggah ke media sosial pada 5 Agustus oleh seorang warga Beirut (klik di sini). Video tersebut diambil di Rue Chafaka, setengah mil dari lokasi ledakan, seperti yang dikonfirmasi oleh Google Street View (klik di sini tinyurl.com/y2wqe3cn).

Kesimpulan dari cek fakta video yang mengklaim ledakan di Beirut, Lebanon, adalah serangan rudal Israel adalah salah. Artikel cek fakta ini dibuat Reuters dan dilansir Jumat (7/8/2020).

Video asli dari ledakan di Beirut yang beredar di media sosial tidak menunjukkan adanya rudal yang menyebabkan tragedi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 137 orang meninggal dan lebih dari 5.000 orang lainnya terluka dalam ledakan kembar di pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa malam lalu. (Baca juga: PM Lebanon Sebut 2.750 Ton Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Beirut)

Perdana Menteri (PM) Lebanon Hassan Diab mengatakan sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan Beirut menjadi penyebab ledakan mengerikan tersebut.



Sebagian besar area di Beirut, Ibu Kota Lebanon, hancur. Para pejabat pelabuhan telah ditetapkan sebagai tahanan rumah.

"Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat telah ada selama enam tahun di sebuah gudang, tanpa mengambil langkah-langkah pencegahan," katanya dalam pertemuan dewan pertahanan beberapa hari lalu.

"Itu tidak bisa diterima dan kita tidak bisa diam tentang masalah ini," katanya lagi.
(min)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top