Pakar China Ramalkan 2 Kemungkinan Ini Memicu Perang Nuklir
Minggu, 19 November 2023 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
“Jika terjadi perang antara NATO dan Rusia atau perang antara Iran dan AS, maka hal itu bisa meningkat menjadi perang nuklir atau perang dunia,” katanya.
Menurut Huang, perang Israel-Hamas dan Rusia-Ukraina cenderung tidak mengarah pada penggunaan senjata nuklir karena perang tersebut lebih terkendali dalam batas-batas regional.
Lebih jauh lagi, dia mengatakan ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan China mengenai Taiwan cenderung tidak menyebabkan perang nuklir karena dia yakin China tidak bisa begitu gegabah untuk berperang dengan Taiwan.
“Konflik di Ukraina dan perang di Timur Tengah antara Israel dan Hamas terlihat sangat berbahaya, namun sebenarnya konflik tersebut dapat dikendalikan dalam batas-batas tertentu. Konflik tersebut tidak akan menjadi perang antara NATO dan Rusia atau perang antara Iran dan Amerika Serikat,” kata Huang, yang dilansir Newsweek, Minggu (19/11/2023).
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022 ketika Moskow menginvasi negara tetangganya di Eropa Timur, telah menimbulkan kekhawatiran mengenai pecahnya konflik nuklir seiring dengan retorika para sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut Huang, perang Israel-Hamas dan Rusia-Ukraina cenderung tidak mengarah pada penggunaan senjata nuklir karena perang tersebut lebih terkendali dalam batas-batas regional.
Lebih jauh lagi, dia mengatakan ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan China mengenai Taiwan cenderung tidak menyebabkan perang nuklir karena dia yakin China tidak bisa begitu gegabah untuk berperang dengan Taiwan.
“Konflik di Ukraina dan perang di Timur Tengah antara Israel dan Hamas terlihat sangat berbahaya, namun sebenarnya konflik tersebut dapat dikendalikan dalam batas-batas tertentu. Konflik tersebut tidak akan menjadi perang antara NATO dan Rusia atau perang antara Iran dan Amerika Serikat,” kata Huang, yang dilansir Newsweek, Minggu (19/11/2023).
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022 ketika Moskow menginvasi negara tetangganya di Eropa Timur, telah menimbulkan kekhawatiran mengenai pecahnya konflik nuklir seiring dengan retorika para sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Lihat Juga :