4 Alasan Turki Terus Menunda Upaya Swedia Menjadi Anggota NATO

Jum'at, 17 November 2023 - 01:10 WIB
loading...
4 Alasan Turki Terus...
Turki memiliki banyak kepenting dalam menunda upaya Swedia menjadi anggota NATO/ Foto/Reuters
A A A
ANKARA - Sebuah komisi parlemen Turki membahas dan kemungkinan menyetujui tawaran Swedia untuk menjadi anggota NATO pada Kamis. Itu sebagai langkah terbaru menuju perluasan blok Barat setelah penundaan selama 18 bulan yang membuat beberapa sekutu frustrasi dan mendapatkan beberapa konsesi.

Pada bulan Mei tahun lalu, Presiden Tayyip Erdogan mengajukan keberatan terhadap permintaan Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan aliansi militer. Negara-negara Nordik mengajukan tawaran tersebut dalam menghadapi invasi Rusia ke Ukraina.

Turki meratifikasi tawaran Finlandia pada bulan April namun, bersama dengan anggota NATO Hongaria, membuat Swedia menunggu, menuntut Stockholm mengambil lebih banyak langkah untuk menindak apa yang dianggapnya sebagai teroris di yurisdiksinya.

Berikut adalah 4 fakta mengenai apa yang telah dilakukan Stockholm, Helsinki, Washington dan anggota NATO lainnya untuk mengatasi kekhawatiran Ankara, yang menandai apa yang menurut para analis merupakan kemenangan geopolitik bagi Erdogan bahkan ketika ia telah memperburuk hubungan Turki dengan Barat.

1. Konsesi Apa yang Dibuat Swedia

4 Alasan Turki Terus Menunda Upaya Swedia Menjadi Anggota NATO

Foto/Reuters

Pada pertemuan NATO di Madrid tahun lalu, Turki mencapai kesepakatan dengan Swedia dan Finlandia di mana mereka akan mencabut embargo senjata dan mengambil tindakan terhadap anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, dan gerakan Gulen yang dipimpin Ankara. bertanggung jawab atas upaya kudeta tahun 2016.

Tahun lalu, Stockholm membatalkan larangan mengekspor peralatan militer ke Turki, tanpa mengungkapkan rincian perusahaan atau produknya.

Pada bulan Juni, mereka memperkenalkan undang-undang anti-terorisme baru yang menjadikan keanggotaan organisasi teroris sebagai tindakan ilegal, dan menyatakan bahwa mereka menjunjung tinggi bagian mereka dalam perjanjian tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, pengadilan tinggi Swedia memblokir ekstradisi dua warga Turki yang menurut Ankara adalah penganut Gulen, sementara pengadilan banding menguatkan hukuman terhadap seorang pria karena berupaya membiayai PKK, yang juga dianggap sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa dan Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Alasan Sekutu NATO Menyesal...
Alasan Sekutu NATO Menyesal Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved