Para Senator AS Coba Cegah Trump Gempur Korut dengan Bom Nuklir

Jum'at, 27 Oktober 2017 - 10:21 WIB
Para Senator AS Coba...
Para Senator AS Coba Cegah Trump Gempur Korut dengan Bom Nuklir
A A A
WASHINGTON - Para senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat berusaha mencegah Presiden Donald Trump untuk menyerang Korea Utara (Korut) dengan bom nuklir.

Mereka sedang mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) untuk membatasi wewenang eksekutif presiden untuk menggunakan senjata nuklir AS. Ada tiga senator Partai Demokrat yang gencar memperkenalkan RUU tersebut, yakni Chris Murphy, Corey Booker, dan Brian Schatz.

RUU itu akan memberi wewenang Kongres untuk menggelar pemungutan suara guna boleh tidaknya presiden meluncurkan serangan nuklir pertama terhadap negara asing.

“Ancaman Trump di Korut itu nyata,” kata Senator Murphy dari Connecticut yang menuliskan komentarnya di Twitter pada Rabu (26/10/2017) malam. Dia membenarkan bahwa para senator Demokrat berniat untuk membatasi wewenang eksekutif presiden untuk menggunakan senjata nuklir.

“Proposal saya dengan @brianschatz dan @CoryBooker memperjelas bahwa setiap serangan pre-emptive yang tidak sah di Korut—nuklir atau konvensional—adalah ilegal,” lanjut Murphy, yang dikutip Newsweek, Jumat (27/10/2017).

Para senator Demokrat itu juga mengajak rekannya dari Partai Republik untuk ikut mencegah serangan nuklir oleh Trump.”Inilah kesempatan Anda untuk benar-benar membatasi kekuatannya yang paling berbahaya—untuk melakukan perang,” kata para senator Partai Demokrat itu dalam pernyataan bersama.

RUU tersebut mengikuti pernyataan serupa yang diajukan oleh perwakilan Demokrat di parlemen AS, Ted Lieu, pada bulan Januari lalu. Saat itu, Trump gencar mengumbar ancaman untuk melakukan tindakan militer terhadap Korut jika Pyongyang melanjutkan program pengembangan senjata nuklirnya.

Saat ini Presiden Trump memiliki wewenang untuk memerintahkan peluncuran senjata nuklir kapanpun jika ada ancaman terhadap AS. Menteri Pertahanan dapat menolak untuk melaksanakan perintah tersebut, namun dia dapat dipecat segera dan diganti.

Pada awal Oktober, Kim In Ryong, Wakil Duta Besar Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan bahwa perang nuklir dapat terjadi kapan saja. Terlebih, ketegangan antara Korut dan AS semakin memanas seiring dengan perang kata-kata antara Presiden Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
54 menit yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
2 jam yang lalu
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
9 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
10 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
12 jam yang lalu
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved