Presiden Palestina Tolak Keberadaan Milisi Bersenjata di Gaza

Selasa, 24 Oktober 2017 - 21:32 WIB
Presiden Palestina Tolak...
Presiden Palestina Tolak Keberadaan Milisi Bersenjata di Gaza
A A A
RAMALLAH - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan dia menolak keberadaan kelompok bersenjata atau milisi di wilayah Gaza. Selain Hamas, saat ini ada sejumlah kelompok yang beroperasi di Gaza yang memiliki sayap militer.
"Palestina tidak ingin mengulangi model yang tidak berhasil yang memungkinkan milisi beroperasi di Gaza. Harus ada satu otoritas di Gaza: satu hukum dan satu senjata. Tidak ada tempat untuk kehadiran milisi," kata Abbas dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (24/10).
Sejumlah sayap militer kelompok di Gaza yang paling terkenal adalah Brigade Ezzedine al-Qassam Hamas dan Brigade Al-Quds Jihad Islam. Hamas sendiri dalam beberapa kesempatan menyatakan mereka tidak akan menyerahkan senjata, karena menurut mereka senjata itu dibutuhkan untuk melawan penjajahan Israel.
Sementara itu, Abbas dalam pernyataanya mengatakan dia menolak semua campur tangan asing dalam urusan internal Palestina. Dia menyatakan hanya warga Palestina yang berhak menentukan masa depan Palestoina.
"Tidak ada yang harus mencampuri urusan dalam negeri kita karena kita tidak ikut campur dalam urusan orang lain. Kami meminta agar semua bantuan dari belahan dunia lain dikirim melalui Otoritas Palestina," ungkapnya.
Abbas kemudian melemparkan pujian terhadap kesepakatan rekonsiliasi baru-baru ini yang ditandatangani dengan Hamas. Dia menggambarkannya sebagai langkah maju bagi Palestina.
"Kesepakatan itu memiliki semua bahan untuk rekonsiliasi Sekarang kita pindah ke tahap implementasi. Perpecahan internal yang dimulai 10 tahun yang lalu setelah kudeta Hamas di Gaza telah sangat merugikan kepentingan Palestina," ungkapnya.
"Tapi sekarang kita bergerak menuju rekonsiliasi. Para menteri pemerintah dari Tepi Barat sedang mengunjungi Gaza dengan tujuan untuk bertanggung jawab atas daerah kantong di bawah kekuasaan satu negara," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
2 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
4 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
5 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
6 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
7 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved