Para Dokter Dipaksa Tinggalkan RS Al-Shifa ke Gaza Selatan, Tempuh Perjalanan Mengerikan

Senin, 13 November 2023 - 19:15 WIB
loading...
A A A
Mayat mereka tetap berserakan di jalan, karena ambulans dan staf, yang berjarak kurang dari 100 meter, tidak dapat menjangkau mereka karena pasukan Israel menembaki siapa pun yang bergerak.

Borsh mengatakan pasukan Israel juga mengebom sumur air di kompleks medis semalaman. Hanya satu sumur yang beroperasi pada Minggu, menyediakan setara dengan 12 gelas air per jam untuk 15.000 orang yang terjebak di dalamnya.

“Unit perawatan intensif kembali diserang setelah diserang 24 jam sebelumnya,” papar dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Minggu pagi bahwa mereka telah kehilangan komunikasi dengan kontaknya di Rumah Sakit al-Shifa.

“WHO sangat prihatin terhadap keselamatan para petugas kesehatan, ratusan pasien yang sakit dan terluka, termasuk bayi yang membutuhkan alat bantu hidup, dan para pengungsi yang masih berada di rumah sakit,” papar organisasi tersebut.

“Pasien yang mencari layanan kesehatan tidak boleh merasa takut, dan petugas kesehatan yang telah bersumpah untuk merawat mereka tidak boleh dipaksa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri untuk memberikan perawatan,” ungkap WHO.

WHO menambahkan ada laporan beberapa orang yang melarikan diri dari rumah sakit “tertembak, terluka, dan bahkan terbunuh”.

Pelarian yang Mengerikan ke Selatan


Khalil dan orang lain yang meninggalkan al-Shifa pada Jumat berangkat untuk melarikan diri dengan berjalan kaki.

“Membawa dokumen identitas kami, kami tidak yakin dengan tujuan kami,” ungkap dia.

"Jalanan itu seperti mimpi buruk. Evakuasi dilakukan di bawah serangan udara dan artileri, dengan tentara mengarahkan senapan mereka ke arah kami. Kami berjalan jauh di bawah suhu panas yang tinggi. Itu melelahkan dan menakutkan," tutur dia.

Khalil bersama dua saudara laki-lakinya yang berprofesi dokter, dan sejumlah rekannya harus berjalan kaki selama tiga setengah jam hingga mencapai rumah pengungsian di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah.

Dalam perjalanan, Khalil mengatakan tentara Israel mencegah mereka yang berbaris dari utara ke selatan Gaza untuk berbelok ke kanan atau ke kiri dan menangkap banyak pemuda untuk diinterogasi, dipukuli, dan tentara Zionis melakukan kekerasan.

“Kami melihat tentara pendudukan menyerang seorang pemuda Palestina dan memaksanya melepas pakaiannya. Mereka juga memukuli dan menghina pemuda lain dan anaknya yang masih kecil,” ungkap dia.

Khalil dan rombongan dokter yang mendampinginya akhirnya menuju ke pusat penampungan di sekolah yang dikelola badan bantuan PBB Unrwa di kamp Bureij di Jalur Gaza tengah, sebelah timur Nuseirat.

Jumlah pengungsi di sekolah itu sangat banyak, dan tidak ada tempat untuk menerima lebih banyak orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Iran Ancam Serang Fasilitas...
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Negara-Negara Arab, jika..
Rekomendasi
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
5 Fakta Serangan Israel...
5 Fakta Serangan Israel ke Sekolah Al-Tabiien yang Mengerikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved