Rumah Sakit di Jalur Gaza, dari Dikepung Tank Hingga Dihujani Bom
Sabtu, 11 November 2023 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Rumah sakit tersebut berulang kali menjadi target Israel selama sebulan terakhir. Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Margaret Harris memperingatkan bahwa rumah sakit tersebut “sedang dibombardir”.
“Anda dapat mendengar banyak suara tembakan, dan kemudian Anda tahu bahwa tank-tank tersebut semakin dekat dengan Rumah Sakit al-Shifa,” Dr Ahmed Mokhallalati, seorang ahli bedah al-Shifa, mengatakan kepada Al Jazeera.
Mahasiswa kedokteran Ezudine Lulu melalui Instagram dan memperingatkan dalam sebuah video pada Jumat sore: “Ada kemungkinan seluruh rumah sakit akan dibom dalam beberapa jam.”
Al-Shifa adalah kompleks rumah sakit terluas di Jalur Gaza. Meskipun al-Shifa memiliki kapasitas untuk 700 pasien, menurut Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) saat ini fasilitas kesehatan itu merawat sekitar 5.000 pasien.
Israel menuduh Hamas menggunakan al-Shifa untuk tujuan militer. Hamas menolak klaim tersebut, dan mengatakan bahwa al-Shifa menampung lebih dari 40.000 pengungsi di Gaza.
Selama seminggu terakhir, al-Shifa telah diserang beberapa kali dengan rudal Israel mengenai ambulans dan panel surya di fasilitas tersebut karena pengepungan Israel menyebabkan kekurangan bahan bakar.
Beberapa departemen rumah sakit telah menjadi sasaran Israel, sehingga mengganggu fungsi rumah sakit dan merusak bangunan serta peralatan.
Menurut al-Qudra, Israel menyerang bagian bersalin dan klinik rawat jalan di al-Shifa minggu ini.
Gaza berada di bawah blokade total oleh Israel. Al-Shifa tidak mendapat pasokan obat-obatan dan bahan bakar yang sangat dibutuhkannya. Kekurangan bahan bakar mengancam fungsi generator, yang menjalankan peralatan vital seperti ventilator dan mesin dialisis.
“Anda dapat mendengar banyak suara tembakan, dan kemudian Anda tahu bahwa tank-tank tersebut semakin dekat dengan Rumah Sakit al-Shifa,” Dr Ahmed Mokhallalati, seorang ahli bedah al-Shifa, mengatakan kepada Al Jazeera.
Mahasiswa kedokteran Ezudine Lulu melalui Instagram dan memperingatkan dalam sebuah video pada Jumat sore: “Ada kemungkinan seluruh rumah sakit akan dibom dalam beberapa jam.”
Al-Shifa adalah kompleks rumah sakit terluas di Jalur Gaza. Meskipun al-Shifa memiliki kapasitas untuk 700 pasien, menurut Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) saat ini fasilitas kesehatan itu merawat sekitar 5.000 pasien.
Israel menuduh Hamas menggunakan al-Shifa untuk tujuan militer. Hamas menolak klaim tersebut, dan mengatakan bahwa al-Shifa menampung lebih dari 40.000 pengungsi di Gaza.
Selama seminggu terakhir, al-Shifa telah diserang beberapa kali dengan rudal Israel mengenai ambulans dan panel surya di fasilitas tersebut karena pengepungan Israel menyebabkan kekurangan bahan bakar.
Dampak Serangan Israel Terhadap Fungsi Rumah Sakit
Beberapa departemen rumah sakit telah menjadi sasaran Israel, sehingga mengganggu fungsi rumah sakit dan merusak bangunan serta peralatan.
Menurut al-Qudra, Israel menyerang bagian bersalin dan klinik rawat jalan di al-Shifa minggu ini.
Gaza berada di bawah blokade total oleh Israel. Al-Shifa tidak mendapat pasokan obat-obatan dan bahan bakar yang sangat dibutuhkannya. Kekurangan bahan bakar mengancam fungsi generator, yang menjalankan peralatan vital seperti ventilator dan mesin dialisis.
Lihat Juga :