Kapal Induk AS dan Korsel Manuver Bersama di Tengah Ancaman Korut

Senin, 16 Oktober 2017 - 10:31 WIB
Kapal Induk AS dan Korsel...
Kapal Induk AS dan Korsel Manuver Bersama di Tengah Ancaman Korut
A A A
SEOUL - Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS), USS Ronald Reagan, pada Senin (16/10/2017) memulai latihan perang gabungan dengan Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel). Manuver gabungan yang libatkan puluhan kapal perang ini digelar di tengah ancaman serangan rudal dan senjata nuklir Korea Utara (Korut).

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, sedikitnya 40 kapal perang Angkatan Laut kedua negara terlibat dalam latihan gabungan ini termasuk USS Ronald Reagan. Latihan dimulai hari ini hingga 20 Oktober 2017 di pantai timur dan barat Semenanjung Korea.

Korea Utara telah menyebut latihan militer bersama oleh kedua negara musuhnya itu sebagai ”latihan untuk perang”.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah menginstruksikannya untuk melanjutkan usaha diplomatik untuk menenangkan ketegangan yang meningkat dengan Korea Utara. ”Upaya diplomatik akan berlanjut sampai bom pertama jatuh,” kata Tillerson.

Upaya diplomatik Tillerson belum berhasil meredam ketegangan di Semenanjung Korea yang justru semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan terjadi setelah serangkaian tes senjata oleh Pyongyang, termasuk uji coba nuklir keenam dan paling kuat pada 3 September 2017 dan dua peluncuran rudal di atas wilayah Jepang.

Baca: Eks Jenderal Pentagon: AS Perang dengan Korut Musim Panas Mendatang

Intelijen Korea Selatan dan para analis menyatakan, Korea Utara kemungkinan akan melakukan provokasi berupa peluncuran rudal bertepatan dengan Kongres Partai Komunis China yang dimulai pada hari Rabu nanti.

Komandan Angkatan Udara Pasifik AS, Jenderal Terrence J. O'Shaughnessy, dalam sebuah konferensi militer di Seoul pada hari Senin, mengomentari bahwa dari program senjata Pyongyang.”Program pengembangan senjata nuklir dan rudal Korea Utara benar-benar merupakan ancaman bagi kita semua, dan AS tetap siap untuk membela sekutu,” katanya.

”Meskipun negara-negara seperti Korea Utara mengancam keamanan dan perdamaian regional, kekuatan udara sekutu kita harus siap merespons dengan kekuatan yang cepat, mematikan dan luar biasa untuk merespons pelestarian kepentingan kita,” ujar O'Shaughnessy, seperti dikutip Reuters.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
2 jam yang lalu
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
4 jam yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
6 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
7 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved