alexametrics

Suku-suku di Dunia yang Terancam Punah

loading...
Suku-suku di Dunia yang Terancam Punah
Banyak suku bertebaran di dunia ini. Beberapa suku ini sekarang diambang kepunahan. Foto : Ist
A+ A-
ADA berapa suku-suku kuno di dunia? Jawabnya dipastikan banyak. Dari belahan bumi timur hingga barat pernah menjadi tempat suku-suku. Sayangnya keberadaan mereka kini terancam punah.

Berikut ini deretan suku-suku di dunia yang terancam punah :

RABARI, India

Suku-suku di Dunia yang Terancam Punah


Anggota suku ini memiliki ciri khas khas Persia, dan mereka bermigrasi dari Dataran Tinggi Iran seribu tahun lalu. Rabari sekarang ditemukan di Gujarat dan Rajasthan. Jika kaum laki-laki kebanyakan beternak, para wanita mencurahkan banyak waktu untuk menyulam, memelihara rumah, dan memecahkan semua masalah keuangan. Hampir seluruh tubuh suku Rabari ditutupi dengan tato untuk tujuan kecantikan, religius dan terapeutik.



SURMA, Ethiopia

Suku-suku di Dunia yang Terancam Punah


Pada 2007, Suku Surma tercatat sebagai merupakan suku terbesar di dunia dengan populasi 186.875 orang. Penduduk Suku Surma bisa ditemukan di Ethiopia dan Sudan Selatan. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Suri, Mursi dan Me’en. Suku Surma hidup dengan berkelompok-kelompok, ada sekitar 500-2500 kelompok kecil. Suku Surma menghindari kontak dengan peradaban modern, mereka tetap menjaga kebudayaan dan tradisi adat.



MUSTANG, Nepal

Suku-suku di Dunia yang Terancam Punah


Suku Mustang yang merupakan bagian dari kerajaan Lo, namun secara agama, sejarah dan budaya lebih dekat ke wilayah Tibet tetapi secara politis merupakan bagian dari Nepal. Sebagian besar penduduk setempat masih percaya bahwa dunia ini datar dan penyakit itu disebabkan oleh roh jahat. Ketika anak tertua mewarisi keluarga properti, yang lebih muda tinggal di sebuah biara yang dibangun di hampir setiap desa.



YI, China-Thailand
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak