Rusia Menarik Diri dari Perjanjian Angkatan Bersenjata Eropa
Selasa, 07 November 2023 - 14:58 WIB
loading...
Rusia menarik diri dari perjanjian angkatan bersenjata Eropa yang diberlakukan saat Perang Dingin. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MOSKOW - Rusia secara resemi menarik diri dari perjanjian keamanan penting yang membatasi kategori-kategori utama angkatan bersenjata konvensional. Rusia menyalahkan Amerika Serikat (AS) karena merusak keamanan pasca Perang Dingin dengan perluasan aliansi militer NATO.
Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional di Eropa (CFE) tahun 1990, yang ditandatangani setahun setelah runtuhnya Tembok Berlin, menetapkan batasan yang dapat diverifikasi pada kategori peralatan militer konvensional yang dapat digunakan oleh NATO dan Pakta Warsawa.
Perjanjian tersebut dirancang untuk mencegah kedua pihak yang terlibat dalam Perang Dingin mengumpulkan kekuatan untuk melakukan serangan cepat terhadap pihak lain di Eropa, namun tidak populer di Moskow karena mengurangi keunggulan Uni Soviet dalam persenjataan konvensional.
Rusia menangguhkan partisipasi dalam perjanjian tersebut pada tahun 2007 dan menghentikan partisipasi aktif pada tahun 2015. Lebih dari setahun setelah invasi besar-besaran ke Ukraina, Presiden Vladimir Putin pada bulan Mei menandatangani sebuah dekrit yang mengecam perjanjian tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Rusia secara resmi telah menarik diri dari perjanjian tersebut pada Selasa (7/11/2023) tengah malam dan perjanjian tersebut kini tinggal “sejarah.”
Baca Juga: Rusia Sukses Uji Tembak Rudal Antarbenua Bulava Berkemampuan Nuklir
Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional di Eropa (CFE) tahun 1990, yang ditandatangani setahun setelah runtuhnya Tembok Berlin, menetapkan batasan yang dapat diverifikasi pada kategori peralatan militer konvensional yang dapat digunakan oleh NATO dan Pakta Warsawa.
Perjanjian tersebut dirancang untuk mencegah kedua pihak yang terlibat dalam Perang Dingin mengumpulkan kekuatan untuk melakukan serangan cepat terhadap pihak lain di Eropa, namun tidak populer di Moskow karena mengurangi keunggulan Uni Soviet dalam persenjataan konvensional.
Rusia menangguhkan partisipasi dalam perjanjian tersebut pada tahun 2007 dan menghentikan partisipasi aktif pada tahun 2015. Lebih dari setahun setelah invasi besar-besaran ke Ukraina, Presiden Vladimir Putin pada bulan Mei menandatangani sebuah dekrit yang mengecam perjanjian tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Rusia secara resmi telah menarik diri dari perjanjian tersebut pada Selasa (7/11/2023) tengah malam dan perjanjian tersebut kini tinggal “sejarah.”
Baca Juga: Rusia Sukses Uji Tembak Rudal Antarbenua Bulava Berkemampuan Nuklir
Lihat Juga :