Polisi Temukan 23 Senjata di Kamar Pelaku Penembakan Las Vegas

Selasa, 03 Oktober 2017 - 12:19 WIB
Polisi Temukan 23 Senjata...
Polisi Temukan 23 Senjata di Kamar Pelaku Penembakan Las Vegas
A A A
LAS VEGAS - Pihak kepolisian mengatakan menemukan 23 senjata di kamar hotel tempat pelaku penembakan di Las Vegas menginap. Beberapa diantaranya adalah senapan serbu dan sejumlah lainnya telah dimodifikasi menjadi senapan mesin.

Sheriff Clark County Joseph Lombardo mengatakan bahwa tersangka, Stephen Paddock, memecahkan jendela kamar hotel yang telah ditempatinya sejak Kamis. Leni dari 10 koper ada di kamar suite hotel.

Paddock diketahui melepaskan tembakan dari lantai 32 hitel Mandala Bay ke kerumunan 22 ribu orang yang sedang menonton konser musik. Aksi brutalnya itu membuat pengunjung konser berlarian menyelamatkan diri. Sedikitnya, 59 oran tewas dan lebih dari 525 orang terluka.

Lombardo mengatakan bahwa pencarian terhadap mobil tersangka menemukan ammonium nitrat, sebuah senyawa pupuk yang dapat digunakan dalam bahan peledak. Bahan ini digunakan dalam pemboman truk 1995 di Gedung Federal Alfred P. Murrah di Oklahoma City yang menewaskan 168 orang.

"Polisi juga menemukan 19 senjata api lainnya, beberapa bahan peledak dan ribuan amunisi di rumah Paddock di Mesquite, sekitar 145 km timur laut Las Vegas, bersama dengan beberapa perangkat elektronik yang sedang kami evaluasi saat ini," ungkap Lombardo seperti dinukil dari Reuters, Selasa (3/10/2017).

"Polisi memperoleh surat perintah untuk mencari rumah kedua yang terhubung ke Paddock di Reno, Nevada, lebih dari 644 km barat laut Las Vegas," kata Asisten Sheriff Todd Fasulo kemudian.

Chris Sullivan, pemilik toko senjata Guns & Guitars di Mesquite, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengkonfirmasikan bahwa Paddock adalah seorang pelanggan yang "bersih" dan memenuhi semua prosedur yang diperlukan untuk memiliki senjata. Ia pun siap bekerja sama dengan para penyelidik.

"Dia tidak pernah memberi indikasi atau alasan untuk percaya bahwa dia tidak stabil atau tidak sehat kapan saja," kata Sullivan. Namun ia tidak mengatakan berapa banyak atau jenis senjata yang dibeli Paddock.

Lombardo mengatakan bahwa penyidik mengetahui bahwa seorang agen senjata telah maju untuk mengatakan bahwa dia telah menjual senjata kepada tersangka, namun tidak jelas apakah dia merujuk pada Sullivan. Dia mengatakan bahwa polisi mengetahui adanya "beberapa individu lain yang terlibat dalam transaksi tersebut," termasuk setidaknya satu di Arizona.

Penyidik juga ingin mewawancarai pacar Paddock, yang diidentifikasi sebagai Marilou Danely, yang menurut Lombardo diyakini berada di Tokyo. Dia awalnya digambarkan oleh polisi sebagai "orang yang menarik" tapi bukan tersangka.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
45 menit yang lalu
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
1 jam yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
2 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemain Timnas...
Daftar Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved