Tentara Israel Sudah Kepung Kota Gaza, tapi Hamas Masih Memiliki Serangkaian Kejutan

Jum'at, 03 November 2023 - 05:02 WIB
loading...
A A A
Pejabat perbatasan Palestina Wael Abu Mehsen mengatakan 400 warga negara asing akan berangkat ke Mesir melalui penyeberangan Rafah pada hari Kamis, setelah sekitar 320 orang pada hari Rabu.

Lusinan warga Palestina yang terluka parah juga harus menyeberang. Israel meminta negara asing mengirimkan kapal rumah sakit untuk mereka.

"Saya ingin lewat. Kami bukan binatang," kata Ghada el-Saka, warga Mesir di Rafah yang menunggu untuk pulang setelah mengunjungi kerabatnya. “Kami telah melihat kematian dengan mata kepala kami sendiri,” tambahnya, menggambarkan serangan di dekat rumah saudara-saudaranya yang memaksa dia dan putrinya turun ke jalan.

Suzan Beseiso, seorang warga negara AS yang memiliki kerabat di Gaza, mengatakan dia tidak bersemangat untuk meninggalkan Gaza “karena kami memiliki begitu banyak orang yang kami cintai dan sayangi”.

“Saat ini saya berada di antara es dan api. Saya tidak tahu apakah saya akan dapat melihat keluarga yang saya tinggalkan atau teman-teman yang saya tinggalkan. Orang-orang sekarat. Semua orang sekarat. Tidak ada yang selamat.”

Pejabat perbatasan Gaza mengatakan penyeberangan Rafah akan dibuka kembali pada hari Jumat untuk evakuasi.

Kementerian luar negeri Mesir mengatakan hampir 7.000 warga negara dari lebih dari 60 negara diperkirakan akan meninggalkan Mesir, dan sumber diplomatik mengatakan proses tersebut mungkin memakan waktu hingga dua minggu.

Di Gaza tengah, serangan udara menghancurkan sejumlah rumah di kamp pengungsi Bureij, kata warga dan pejabat Gaza, dan 15 jenazah berhasil diangkat dari reruntuhan.

“Pembantaian, pembantaian,” teriak orang-orang sambil mengumpulkan mayat-mayat dalam selimut.

Israel sedang berbicara dengan lembaga medis tentang pendirian rumah sakit lapangan di bagian selatan Jalur Gaza, kata seorang pejabat Israel pada hari Kamis.

Serangan terbaru Israel mencakup wilayah padat penduduk Jabalia, yang didirikan sebagai kamp pengungsi pada tahun 1948.

Kantor media yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan sedikitnya 195 warga Palestina tewas dalam dua serangan pada Selasa dan Rabu, dengan 120 orang hilang dan sedikitnya 777 orang terluka.

Israel, yang menuduh Hamas bersembunyi di belakang warga sipil, mengatakan pihaknya membunuh dua komandan Hamas di Jabalia.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved