Intelijen AS: Iran dan Proksinya Berupaya Hindari Perang Besar dengan Israel
Jum'at, 03 November 2023 - 00:44 WIB
loading...
A
A
A
Jenis serangan tingkat rendah yang dilancarkan oleh berbagai kelompok proksi terhadap Israel dan AS sejak tanggal 7 Oktober telah menyebabkan AS mengerahkan aset militer dalam jumlah besar, memaksa Israel untuk mengerahkan pasukan dan amunisinya. "Itu membuat Iran terlihat melakukan tindakan yang tidak pantas tentang pembunuhan warga Palestina di Gaza, kata orang ini – sambil menghindari konflik langsung," ungkap sumber CNN tersebut.
Para pejabat AS yakin ini adalah strategi yang terkoordinasi. Jenderal militer Iran yang bertugas mengelola jaringan proksi Iran telah keluar masuk Beirut sejak 7 Oktober, menurut media lokal, di mana ia telah melakukan pertemuan dengan anggota Hizbullah, Hamas, dan kelompok lain yang didukung Iran. Semua menganggap diri mereka bagian dari “Poros Perlawanan” terhadap Israel.
Namun strategi tersebut bisa menjadi bumerang yang menyebabkan konflik menyebar – bahkan jika tidak ada pihak yang menginginkannya, demikian peringatan dari beberapa pejabat AS.
Pejabat senior pemerintahan Biden telah berulang kali dan secara terbuka memperingatkan Iran dan proksinya untuk tidak meningkatkan konflik. Mantan Presiden Donald Trump beberapa hari setelah serangan itu mengatakan pesannya kepada Iran dan Hizbullah adalah: “Jangan. Jangan. Jangan. Jangan."
Para pejabat AS yakin ini adalah strategi yang terkoordinasi. Jenderal militer Iran yang bertugas mengelola jaringan proksi Iran telah keluar masuk Beirut sejak 7 Oktober, menurut media lokal, di mana ia telah melakukan pertemuan dengan anggota Hizbullah, Hamas, dan kelompok lain yang didukung Iran. Semua menganggap diri mereka bagian dari “Poros Perlawanan” terhadap Israel.
Namun strategi tersebut bisa menjadi bumerang yang menyebabkan konflik menyebar – bahkan jika tidak ada pihak yang menginginkannya, demikian peringatan dari beberapa pejabat AS.
Pejabat senior pemerintahan Biden telah berulang kali dan secara terbuka memperingatkan Iran dan proksinya untuk tidak meningkatkan konflik. Mantan Presiden Donald Trump beberapa hari setelah serangan itu mengatakan pesannya kepada Iran dan Hizbullah adalah: “Jangan. Jangan. Jangan. Jangan."
(ahm)
Lihat Juga :