Ketika Dokter Gaza Terpaksa Lakukan Operasi Caesar Wanita Hamil Tanpa Bius
Selasa, 31 Oktober 2023 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
“Saya yakin bahwa saya akan menggendong jenazah orang yang sangat saya cintai,” katanya.
Sesampainya di lokasi pengeboman, dia merawat orang yang terluka parah dan memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya kembali ke Rumah Sakit Nasser.
“Ketika saya tiba, saya bergegas ke ruang gawat darurat dan menemukan ayah saya di sana. Dia mengalami luka di kepala. Saya langsung tahu bahwa dia sudah meninggal," ujarnya.
"Saya pingsan dan kehilangan keberanian. Perawat membawa saya keluar untuk menenangkan saya."
Ketika dia sadar kembali, Abu Rok kembali masuk ke ruang gawat darurat untuk melihat apakah ada lagi kerabatnya di sana.
“Saya menemukan mereka semua, satu demi satu: Ajnad, Jamal dan Talal Abu Rok, Mohammed Abu Rjeileh dan Ahmad Qodeih. Mereka semua terbunuh di kafe bersama 10 orang lainnya.”
Jasad-jasad tersebut dibawa ke kamar mayat untuk diperiksa oleh ahli patologi, sehingga menambah jumlah korban dalam sistem akuntansi Rumah Sakit Nasser yang suram.
Sesampainya di lokasi pengeboman, dia merawat orang yang terluka parah dan memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya kembali ke Rumah Sakit Nasser.
“Ketika saya tiba, saya bergegas ke ruang gawat darurat dan menemukan ayah saya di sana. Dia mengalami luka di kepala. Saya langsung tahu bahwa dia sudah meninggal," ujarnya.
"Saya pingsan dan kehilangan keberanian. Perawat membawa saya keluar untuk menenangkan saya."
Ketika dia sadar kembali, Abu Rok kembali masuk ke ruang gawat darurat untuk melihat apakah ada lagi kerabatnya di sana.
“Saya menemukan mereka semua, satu demi satu: Ajnad, Jamal dan Talal Abu Rok, Mohammed Abu Rjeileh dan Ahmad Qodeih. Mereka semua terbunuh di kafe bersama 10 orang lainnya.”
Jasad-jasad tersebut dibawa ke kamar mayat untuk diperiksa oleh ahli patologi, sehingga menambah jumlah korban dalam sistem akuntansi Rumah Sakit Nasser yang suram.
(mas)
Lihat Juga :