Kondisi Terbaru Rumah Sakit Indonesia di Gaza: Tim Medis Bekerja dalam Gelap
Senin, 30 Oktober 2023 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
“Sejak pekan lalu, tim MER-C di Gaza telah mendistribusikan bantuan yang diberikan oleh WNI dengan mencari perbekalan di Jalur Gaza, antara lain obat-obatan, pakaian paramedis, makanan siap saji, perlengkapan musim dingin, dan bahan bakar genset di RS Indonesia,” ujar dia.
Komunikasi di Gaza pulih pada Minggu setelah hampir 36 jam pemadaman komunikasi total akibat serangan Israel.
Haq mengatakan serangan Israel merusak bagian atap rumah sakit sehingga menyebabkan langit-langit di sejumlah ruangan ambruk.
“Dua hari yang lalu, terjadi penembakan yang sangat hebat oleh pasukan Israel di sekitar Rumah Sakit Indonesia, yang dimulai pada sore hari dan tidak berhenti sepanjang malam. Kami hanya mendengar ledakan terus menerus,” papar Haq.
Dia menjelaskan, “Suara ledakannya memekakkan telinga dan beberapa roket Israel mendarat di area sekitar rumah sakit.”
“Bom tersebut menyebabkan seluruh rumah sakit berguncang dan kami harus berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di ruang bawah tanah,” ungkap dia.
Haq mengatakan dia mendapat kabar bahwa truk yang membawa bantuan sedang dalam perjalanan dari Mesir, namun terhambat oleh antrian untuk memasuki Gaza.
“Kami berharap gencatan senjata segera diumumkan,” papar dia.
“Musim dingin akan segera tiba dan jika perang ini terus berlanjut, para pengungsi di Jalur Gaza akan berada dalam posisi yang sangat berbahaya karena mereka tidak memiliki cukup kasur, selimut, dan jaket,” pungkas dia.
Komunikasi di Gaza pulih pada Minggu setelah hampir 36 jam pemadaman komunikasi total akibat serangan Israel.
Haq mengatakan serangan Israel merusak bagian atap rumah sakit sehingga menyebabkan langit-langit di sejumlah ruangan ambruk.
“Dua hari yang lalu, terjadi penembakan yang sangat hebat oleh pasukan Israel di sekitar Rumah Sakit Indonesia, yang dimulai pada sore hari dan tidak berhenti sepanjang malam. Kami hanya mendengar ledakan terus menerus,” papar Haq.
Dia menjelaskan, “Suara ledakannya memekakkan telinga dan beberapa roket Israel mendarat di area sekitar rumah sakit.”
“Bom tersebut menyebabkan seluruh rumah sakit berguncang dan kami harus berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di ruang bawah tanah,” ungkap dia.
Haq mengatakan dia mendapat kabar bahwa truk yang membawa bantuan sedang dalam perjalanan dari Mesir, namun terhambat oleh antrian untuk memasuki Gaza.
“Kami berharap gencatan senjata segera diumumkan,” papar dia.
“Musim dingin akan segera tiba dan jika perang ini terus berlanjut, para pengungsi di Jalur Gaza akan berada dalam posisi yang sangat berbahaya karena mereka tidak memiliki cukup kasur, selimut, dan jaket,” pungkas dia.
(sya)
Lihat Juga :