Satu-Satunya Negara Nuklir Islam Peringatkan Israel: Perang di Gaza Harus Dihentikan

Minggu, 29 Oktober 2023 - 15:05 WIB
loading...
A A A
“Ini adalah prinsip yang menjadi komitmen kami secara politik karena Kashmir. Kami sangat berkomitmen pada prinsip tersebut, dan kami ingin melihat kemenangan prinsip penentuan nasib sendiri.”

Sejarah Umum


Konflik Israel-Palestina dan Kashmir juga mempunyai hubungan sejarah, keduanya lahir dari runtuhnya pemerintahan kolonial Inggris tiga perempat abad yang lalu, pada tahun-tahun setelah Perang Dunia II.

Ketika British Raj dibubarkan pada tahun 1947, anak benua India yang sebelumnya bersatu terpecah menjadi negara-negara baru; India dan Pakistan, dengan Pakistan juga menguasai Bangladesh modern hingga tahun 1971. Pemisahan tersebut mengakibatkan pertumpahan darah besar-besaran, terutama antara umat Hindu dan Muslim di kedua negara. Kedua negara baru tersebut dengan cepat terlibat perang memperebutkan wilayah tengah Kashmir, yang saat ini terbagi menurut apa yang dikenal sebagai Garis Kontrol.

Tahun berikutnya, Mandat Inggris untuk Palestina juga berakhir karena perang saudara antara komunitas Arab dan Yahudi, yang meningkat secara drastis di tengah masuknya pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust dan merajalelanya anti-Semitisme di Eropa. Perserikatan Bangsa-Bangsa yang baru dibentuk mencoba membuat rencana pembagian wilayah, namun mendapat perlawanan sengit dari negara-negara Arab dan Muslim, dan setelah deklarasi kemerdekaan Israel pada tahun 1948, perang Arab-Israel pertama pun pecah.

“Kedua situasi tersebut terkait secara hukum dan politik; intinya adalah prinsip penentuan nasib sendiri. Masyarakat harus mempunyai hak untuk menentukan sendiri apa yang seharusnya menjadi nasib politik mereka,” katanya.

Dalam kasus Kashmir, Akram mengatakan bahwa telah secara eksplisit dinyatakan dalam Resolusi 47 Dewan Keamanan PBB bahwa masa depan Kashmir akan ditentukan oleh rakyatnya melalui pemungutan suara yang bebas dan adil—suatu pemungutan suara langsung, yang akan diawasi oleh PBB, namun tidak pernah terwujud.

Mengenai pertanyaan Israel-Palestina, Akram mengatakan, "Kami telah mencapai prinsip tersebut secara berputar-putar melalui pembentukan dua entitas yang terpisah pada tahap awal masalah ini.”
Dia menegaskan bahwa konsep negara Palestina yang berdaulat berdampingan dengan Israel telah menjadi solusi yang diterima dan sedang dianjurkan.

“Di luar prinsip penentuan nasib sendiri, terdapat juga realitas pendudukan asing, yang juga merupakan situasi serupa yang dihadapi oleh warga Kashmir dan Palestina,” kata Akram.

“Dan yang ketiga, tentu saja, selalu ada kasus kekuatan pendudukan kolonial atau asing menggambarkan perlawanan sebagai teroris, dan itu juga merupakan ciri umum dalam kedua situasi ini.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved