Perang Israel-Palestina Membara, Iran Gelar Latihan Rudal dan Drone Besar-besaran
Minggu, 29 Oktober 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Versi rudal jelajah anti-armor dan penghancur bunker Heidar yang dipandu GPS berbasis helikopter diujicobakan selama latihan, dengan hulu ledak seberat 20 kg mengenai sasaran tiruan musuh yang berjarak sekitar 30 km.
Secara terpisah, Angkatan Darat menguji coba Sina dan Fateh, dua drone amunisi buatan dalam negeri.
Adapun drone taktis multiperan Ababil-4 menjatuhkan bom luncur pintar Qaem-5 pada sasaran yang berjarak 7 km.
Baca juga: Pakar Politik Jackson Hinkle: Israel Bom Semuanya Kecuali Hamas di Gaza
Fath 360, rudal balistik taktis berpemandu satelit jarak pendek Iran, dan rudal balistik Fajr-3, juga diluncurkan selama latihan tersebut, dengan jangkauan operasional bervariasi antara 120 hingga 180 km, menurut media Iran.
Eskalasi regional yang dramatis di Timur Tengah setelah serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober ke Israel selatan, dan pemboman Israel di Gaza, telah memusatkan perhatian global pada respons Iran terhadap krisis ini.
Hal tersebut mengingat permusuhan antara Israel dan Iran yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Alih-alih meningkatkan ketegangan, seperti yang diperkirakan kelompok neokonservatif Washington, Iran malah bergabung dengan Rusia, China, Brasil, Turki, dan negara-negara lain dalam menyerukan penghentian segera pertempuran, seperti yang dikatakan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pertemuan Jumat.
Secara terpisah, Angkatan Darat menguji coba Sina dan Fateh, dua drone amunisi buatan dalam negeri.
Adapun drone taktis multiperan Ababil-4 menjatuhkan bom luncur pintar Qaem-5 pada sasaran yang berjarak 7 km.
Baca juga: Pakar Politik Jackson Hinkle: Israel Bom Semuanya Kecuali Hamas di Gaza
Fath 360, rudal balistik taktis berpemandu satelit jarak pendek Iran, dan rudal balistik Fajr-3, juga diluncurkan selama latihan tersebut, dengan jangkauan operasional bervariasi antara 120 hingga 180 km, menurut media Iran.
Eskalasi regional yang dramatis di Timur Tengah setelah serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober ke Israel selatan, dan pemboman Israel di Gaza, telah memusatkan perhatian global pada respons Iran terhadap krisis ini.
Hal tersebut mengingat permusuhan antara Israel dan Iran yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Alih-alih meningkatkan ketegangan, seperti yang diperkirakan kelompok neokonservatif Washington, Iran malah bergabung dengan Rusia, China, Brasil, Turki, dan negara-negara lain dalam menyerukan penghentian segera pertempuran, seperti yang dikatakan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pertemuan Jumat.
Lihat Juga :