Puluhan Ribu Demonstran London Tuntut Gencatan Senjata Segera di Gaza
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
Middle East Eye kehilangan semua kontak dengan semua jurnalisnya di Gaza pada Jumat, sehingga semakin sulit untuk mendokumentasikan berita dari lapangan.
Penyedia layanan telepon Palestina, Paltel, mengatakan dalam pernyataan bahwa pemboman Israel yang tiada henti telah menghancurkan “semua koneksi yang tersisa antara Gaza dan dunia luar”, yang menyebabkan gangguan total pada layanan komunikasi.
Baca juga: Seberapa Kuatkah Militer Israel yang Ternyata Mampu Dikebiri Hamas?
Pemadaman layanan komunikasi ini terjadi ketika warga Palestina bersiap menghadapi invasi darat Israel ke Gaza menyusul serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menyebabkan lebih dari 1.400 orang tewas dan mengakibatkan sekitar 220 orang dibawa ke Gaza sebagai tahanan.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada ABC News bahwa perluasan operasi darat bukanlah invasi darat resmi.
Sementara seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya juga mengatakan kepada ABC News bahwa Israel melancarkan “serangan yang lebih terbatas”.
Namun, penasihat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Mark Regev, berbicara kepada beberapa media AS pada Jumat dan mengatakan, "Hamas akan merasakan kemarahan kami malam ini."
Penyedia layanan telepon Palestina, Paltel, mengatakan dalam pernyataan bahwa pemboman Israel yang tiada henti telah menghancurkan “semua koneksi yang tersisa antara Gaza dan dunia luar”, yang menyebabkan gangguan total pada layanan komunikasi.
Baca juga: Seberapa Kuatkah Militer Israel yang Ternyata Mampu Dikebiri Hamas?
Pemadaman layanan komunikasi ini terjadi ketika warga Palestina bersiap menghadapi invasi darat Israel ke Gaza menyusul serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menyebabkan lebih dari 1.400 orang tewas dan mengakibatkan sekitar 220 orang dibawa ke Gaza sebagai tahanan.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada ABC News bahwa perluasan operasi darat bukanlah invasi darat resmi.
Sementara seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya juga mengatakan kepada ABC News bahwa Israel melancarkan “serangan yang lebih terbatas”.
Namun, penasihat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Mark Regev, berbicara kepada beberapa media AS pada Jumat dan mengatakan, "Hamas akan merasakan kemarahan kami malam ini."
Lihat Juga :