Putin: Barat Gunakan Kebencian Agama untuk Kacaukan Dunia

Kamis, 26 Oktober 2023 - 17:19 WIB
loading...
Putin: Barat Gunakan...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat mengobarkan kebencian dan intoleransi agama untuk “memecah belah dan menaklukkan” dunia, untuk mempertahankan “tatanan dunia baru” yang mengarah pada dominasi dan kolonialisme.

Putin menegaskan hal itu pada Rabu (25/10/2023) saat bertemu dengan para pemimpin komunitas agama Rusia di Kremlin.

Dia membahas konflik yang terjadi saat ini di Timur Tengah dan memperingatkan “Islamofobia, anti-Semitisme, dan Russofobia” digunakan sebagai senjata melawan dunia multipolar.

“Barat melihat bagaimana proses pembentukan tatanan dunia multipolar mendapatkan momentumnya. Dan untuk menghambat perkembangan negara-negara yang merdeka dan berdaulat, serta memecah belah mayoritas dunia, mereka menggunakan cara yang sama,” ujar Putin.

Dia memperingatkan, “Kekuatan-kekuatan ini ingin agar epidemi kekerasan dan kebencian tidak hanya melanda Timur Tengah tetapi juga Eurasia.”

“Umat Islam menentang Yahudi dan menyerukan ‘perang melawan orang-orang kafir’. Syiah diadu melawan Sunni, Kristen Ortodoks melawan Katolik. Di Eropa, mereka menutup mata terhadap penistaan dan vandalisme terhadap tempat-tempat suci umat Islam. Di sejumlah negara, penjahat Nazi dan anti-Semit, yang berlumuran darah korban Holocaust, secara terbuka diagungkan di tingkat resmi. Di Ukraina, mereka bergerak ke arah pelarangan Gereja Ortodoks kanonik dan memperdalam perpecahan gereja,” papar presiden Rusia.

Menurut Putin, “Tujuan dari semua tindakan tersebut adalah untuk meningkatkan ketidakstabilan di dunia, memecah belah budaya, masyarakat, agama di dunia, dan memprovokasi konflik peradaban.”

“Sementara itu, mereka berbicara tentang semacam ‘tatanan dunia baru’, yang esensinya tidak berubah: kemunafikan, standar ganda, klaim eksklusivitas, dominasi global, hingga pelestarian sistem yang pada dasarnya bersifat neokolonial,” ungkap dia.

Putin menyampaikan belasungkawa kepada seluruh warga Israel yang kehilangan anggota keluarganya dalam serangan 7 Oktober, namun memperingatkan, “Orang yang tidak bersalah tidak boleh dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan oleh orang lain.”

Dia menjelaskan, “Perang melawan terorisme tidak dapat dilakukan sesuai dengan prinsip tanggung jawab kolektif yang kejam.”

Baca juga: Soal Kabar Serangan ke Markas Kontingen Indonesia di Lebanon, Ini Jawaban Kemlu RI
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved