Dijatuhi Sanksi Baru oleh AS, Rusia Siapkan Aksi Balasan

Rabu, 23 Agustus 2017 - 09:24 WIB
Dijatuhi Sanksi Baru...
Dijatuhi Sanksi Baru oleh AS, Rusia Siapkan Aksi Balasan
A A A
MOSKOW - Moskow menyiapkan tembakan balasan atas sanksi baru Amerika Serikat (AS) yang menargetkan kepentingan Rusia. Washington memasukkan satu perusahaan Rusia dan empat individu yang ditengarai mempunyai hubungan dengan Korea Utara (Korut).

Baca juga:
Danai Nuklir Korut, Entitas Rusia dan China Dihajar Sanksi AS


Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengungkapkan kekecewaannya terhadap sanksi terbaru AS. Ia pun memperingatkan Washington bahwa Rusia sedang melakukan sebuah tanggapan.

"Dengan latar belakang yang menyedihkan, lips service dari perwakilan Amerika tentang keinginan untuk menstabilkan hubungan bilateral sangat tidak meyakinkan," kata Ryabkov seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (23/8/2017).

"Kami selalu dan akan selalu mendukung penyelesaian perbedaan yang ada melalui dialog. Dalam beberapa tahun terakhir, Washington dalam teori seharusnya mengetahui bahwa bagi kita bahasa sanksi tidak dapat diterima, dan solusi untuk masalah nyata hanya terhalang oleh tindakan semacam itu. Sejauh ini, bagaimanapun, sepertinya tidak ada pemahaman tentang kebenaran yang begitu jelas," ujarnya.

"Namun demikian, kita tidak kehilangan harapan kita bahwa suara akal sehat akan cepat atau lambat terjadi, dan bahwa rekan Amerika kita akan menyadari sifat kesia-siaan dan merugikan yang selanjutnya meluncur turun dari spiral sanksi," imbuhnya.

"Sementara itu, kami mulai mengatasi respons yang tak terelakkan dari situasi ini," tukasnya.

Sementara Andrey Klimov, seorang senator senior Rusia, mengatakan bahwa sanksi AS terhadap Gefest-M dan yang lainnya tidak memiliki legitimasi.

"Sanksi ini bersifat ilegal, karena satu-satunya yang diakui oleh hukum internasional adalah sanksi Dewan Keamanan PBB," kata Klimov.

"Kita harus bereaksi secara prinsip terhadap kebijakan gila dan konfrontatif ini. Alat untu itu sangat kaya, mari kita berharap bahwa kita akan bertindak secara konsisten, wajar, profesional dan efektif," cetusnya.
(ian)
Berita Terkait
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
1 jam yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
2 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
3 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
9 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
10 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
11 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved