Jika Terjadi Kesalahan Kalkulasi oleh Israel atau Hizbullah, Perang Besar Akan Pecah

Jum'at, 20 Oktober 2023 - 21:05 WIB
loading...
A A A
Meskipun semua hal ini mungkin mengurangi antusiasme Israel untuk menyerang Hizbullah, organisasi tersebut juga mempunyai kepentingan dalam negerinya sendiri, yang seharusnya membuat Israel berpikir dua kali untuk memulai perang.

Perang akan berdampak buruk bagi Lebanon, yang akan memasuki tahun kelima keruntuhan ekonomi yang melumpuhkan dan krisis politik yang sedang berlangsung tanpa presiden dan pemerintahan sementara yang beroperasi dengan kapasitas terbatas.

Krisis ekonomi di Lebanon telah memiskinkan basis dukungan Hizbullah di dalam komunitas Syiah, bersama dengan sebagian besar warga Lebanon lainnya yang kehilangan tabungan hidup mereka ketika bank-bank bangkrut pada tahun 2019. Jika Hizbullah memulai perang melawan Israel, maka dampak pasca-konflik akan menjadi pukulan balik terhadap Hizbullah. Organisasi ini kemungkinan besar akan sangat besar, karena sebagian besar penduduk Lebanon sudah menentang keras kekuasaan Hizbullah dan membenci status bersenjatanya. Perang dengan Israel hanya akan memperburuk sentimen ini.

Negara ini juga akan hancur, dan hanya sedikit negara yang mau turun tangan dan menawarkan miliaran dolar untuk rekonstruksi seperti yang mereka lakukan setelah konflik tahun 2006. Terlepas dari hasil perang, Hizbullah akan menerima pukulan telak, tanpa ada jaminan bahwa negara tersebut akan hancur. mereka akan mampu membangun kembali dan mempersenjatai kembali dengan cepat dan efisien seperti yang terjadi setelah perang tahun 2006.

Mungkin inilah inti permasalahannya. Hizbullah adalah komponen kunci dari arsitektur pencegahan Iran. Kepemimpinan Iran telah menghabiskan ratusan juta dolar untuk membangun Hizbullah menjadi aset eksternal yang paling efektif, membantu proyek pengaruh Teheran di Timur Tengah.

"Jika Iran menginstruksikan Hizbullah untuk membuka front kedua di Israel utara, organisasi tersebut akan mematuhinya. Namun hasil akhirnya adalah melemahnya Hizbullah, yang akan mengikis nilai pencegahannya terhadap Iran – jika suatu hari Israel atau AS memutuskan untuk melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir negara tersebut, atau mengupayakan perubahan rezim," papar Blanford.

Fakta bahwa Hizbullah tidak melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel segera setelah serangan Hamas menunjukkan bahwa kehati-hatian dan kesabaran menentukan pilihan kebijakan Iran ketika perang berlangsung. Namun, serangan organisasi tersebut di sepanjang Jalur Biru semakin meningkat dari hari ke hari, menunjukkan bahwa situasi bisa menjadi jauh lebih kritis di masa mendatang.

Dengan besarnya serangan Hamas terhadap Israel selatan, perang Israel di Gaza, dan prospek krisis yang semakin meluas, hal ini merupakan perkembangan paling serius dalam konflik Arab-Israel selama setengah abad. "Namun bahkan jika Israel maupun Hizbullah tidak menginginkan perang penuh, kesalahan perhitungan masih bisa terjadi – terutama ketika konflik di sepanjang Garis Biru semakin meningkat," jelas Blanford.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
Juara MasterChef Indonesia...
Juara MasterChef Indonesia Ini Pernah Kesurupan, Pengakuan Stephanie Mayerson Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding
Sarwendah Laporkan Ruben...
Sarwendah Laporkan Ruben Onsu ke KPAI Terkait Pengasuhan dan Nafkah Anak
Berita Terkini
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Infografis
Houthi Yaman Siap Serang...
Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved