Jika Terjadi Kesalahan Kalkulasi oleh Israel atau Hizbullah, Perang Besar Akan Pecah

Jum'at, 20 Oktober 2023 - 21:05 WIB
loading...
Jika Terjadi Kesalahan...
Hizbullah menjadi kekuatan yang sangat ditakuti Israel. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Ketika Israel memulai serangan darat ke Jalur Gaza, perbatasan utara negara itu dengan Lebanon memanas.

Sejak Hamas melancarkan serangan dahsyat terhadap Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, militan Hizbullah dan Palestina telah melakukan serangkaian serangan skala kecil dari Lebanon, yang membuat masyarakat Lebanon dan Israel gelisah, takut akan konflik yang lebih luas yang melanda wilayah tersebut. .

Sejauh ini, Hizbullah masih relatif malu-malu mengenai niatnya. Namun, Sheikh Naim Qassem – wakil pemimpin organisasi tersebut – mengatakan dalam pidatonya pada hari Jumat bahwa mereka siap untuk mengambil tindakan.

“Pertanyaan yang ditunggu-tunggu semua orang adalah apa yang akan dilakukan Hizbullah dan apa kontribusinya,” ujar Sheikh Naim Qassem, dilansir Politico. “Kami akan berkontribusi terhadap konfrontasi sesuai rencana kami – ketika tiba saatnya untuk melakukan tindakan apa pun, kami akan melaksanakannya.”

Reaksi awal Hizbullah di lapangan adalah melancarkan serangan mortir terhadap posisi militer Israel di Peternakan Shebaa – sebuah lereng gunung yang diduduki Israel sejak tahun 1967 dan diklaim sebagai wilayah Lebanon oleh Lebanon.

Baca Juga: Perang Berkobar di Perbatasan Lebanon-Israel, 10 Pejuang Hizbullah Tewas

Kemudian, pada 9 Oktober, seorang letnan kolonel Israel dan dua tentara lainnya tewas saat menghadapi sekelompok pejuang Jihad Islam yang menerobos pagar perbatasan. Tembakan balasan Israel – lebih besar dari biasanya – menewaskan tiga pejuang Hizbullah, dan Hizbullah membalas dengan serangan mortir dan rudal anti-tank terhadap posisi perbatasan Israel, menewaskan sedikitnya satu tentara Israel.

Serangan-serangan ini dimaksudkan untuk mempertahankan tekanan terhadap Israel ketika mereka melancarkan kampanye militer melawan Hamas di Gaza, namun serangan-serangan tersebut masih jauh dari pembukaan front kedua.

Untuk saat ini, Israel tampaknya tidak tertarik untuk menangani Hizbullah di utara, sementara Israel sibuk dengan Hamas di selatan. Namun apakah perubahan perhitungan tersebut tergantung pada seberapa cepat militer Israel berhasil menghancurkan Hamas di Gaza.

Beberapa kelompok garis keras Israel mungkin merasa ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan pukulan telak terhadap Hizbullah, sementara negara-negara Barat mendukung mereka sepenuhnya setelah pembantaian Hamas, dan dengan pengerahan kelompok kapal induk Amerika Serikat di Mediterania timur sebagai upaya pencegahan terhadap Iran dan Hizbullah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Infografis
Jika Israel Langgar...
Jika Israel Langgar Gencatan Senjata, Houthi akan Terus Menyerang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved