Anak Muda Thailand Tuntut Reformasi Kerajaan

Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:35 WIB
loading...
Anak Muda Thailand Tuntut...
Demonstran Thailand membakar gambar Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha di luar gedung pemerintahan pada Jumat (24/7/2020). Foto/dok
A A A
BANGKOK - Geliat antimonarki di kalangan anak muda Thailand mulai merebak. Bahkan mereka mulai berani menentangnya dengan turun ke jalan raya pada beberapa hari terakhir untuk mempersoalkan kekuasaan absolut Raja Maha Vajiralonkorn.

Ini merupakan kali pertama kali kalangan muda secara terbuka menuntut reformasi Kerajaan Thailand . Selama ini perlawanan terhadap kerajaan dianggap sebagai tindakan tercela. Bahkan, di bawah peraturan Kerajaan Thailand, siapa pun yang mencoreng nama baik raja akan divonis penjara maksimal 15 tahun.

Namun, sampai kemarin polisi tidak menghentikan aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan orang berpakaian penyihir tersebut. Mereka menyatakan siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum akan diselidiki dan ditangkap. (Baca: Israel Bombardir Damaskus, Sistem Rudal Suriah Beraksi)

Seorang pengacara, Anon Nampa (34) menilai kekuasaan raja Thailand kian menguat setelah naiknya Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta militer. Namun, pada saat bersamaan, Thailand terancam semakin jauh dari nilai-nilai demokrasi.

Setelah Raja Vajiralongkorn naik takhta pada 2016, Kerajaan Thailand merevisi konstitusi yang memperkuat kewenangan raja. Sejak saat itu Raja Vajiralongkorn memiliki kekuasaan mengendalikan sejumlah unit militer dan mengambil aset kerajaan bernilai puluhan miliar dolar AS.

Para aktivis mengeluhkan kesewenang-wenangan kerajaan. Sedikitnya sembilan tokoh oposisi yang tinggal di luar negeri hilang sejak 2016, dua di antaranya ditemukan sudah tidak bernyawa.

"Kami tak menentang raja dan tak berniat menggulingkan raja. Sebaliknya, kami menginginkan agar kerajaan tetap ada di tengah masyarakat Thailand , tapi di jalan yang lurus dan disahkan konstitusi yang demokratis," kata Anon kepada khalayak umum di Bangkok Democracy Monument.

Dua ketua kelompok aktivis lalu maju dan membacakan tuntutan. Mereka berharap reformasi aturan konstitusi yang akan memperkuat kekuasaan raja agar dibatalkan karena akan mengancam demokrasi.

Wakil juru bicara pemerintah Thailand, Ratchada Thanadirek, mengatakan bahwa situasi itu diserahkan sepenuhnya kepada polisi. "Kami hanya ingin menyampaikan agar generasi muda Thailand memahami aturan konstitusi dengan baik," serunya. (Baca juga: Industri Rokok Dibunuh, Jutaan Pekerja Mau Ditaruh Dimana?)

Mahasiswa dari Mahanakorn dan Kaset University mendesak pemerintah Thailand agar mendengarkan suara pengunjuk rasa. Mereka juga menuntut agar aturan kerajaan direformasi sehingga larangan mengkritik kerajaan dapat dihapus.

Selain itu, mereka menuntut agar pemerintahan Perdana Menteri Prayuth dibubarkan. Sebab, Prayuth dinilai terlalu banyak mengobrak-abrik Konstitusi. Di Thailand , kritik terhadap pemerintah dan kerajaan sering terjadi, tapi baru kali ini disampaikan secara terbuka.

Petugas polisi Thailand, Surapong Thammapitak, mengatakan, sejauh ini tidak memiliki dasar hukum untuk menangkap para pengunjuk rasa. "Kami tak melihat adanya pelanggaran yang dilakukan pengunjuk rasa. Setiap pelanggaran akan diproses hukum," katanya.

Prayuth mengatakan, sesuai permintaan raja, persekusi di bawah aturan kerajaan tidak pernah dicantumkan. Meski demikian, dia mengimbau agar masyarakat menghormati raja dan tidak pernah menjelek-jelekkan raja.

Aksi kritik ini juga lebih banyak terjadi selama kekuasaan Raja Vajiralongkorn. Semasa kekuasaan Raja Bhumibol Adulyadej, sebagian besar masyarakat Thailand tunduk dan setia. Tapi, perdamaian itu berakhir setelah Raja Bhumibol meninggal dunia pada 2016. (Lihat videonya: Menghindari Tabrakan Sebuah Mobil Tercebur ke Laut)

"Aksi kritik terbuka terhadap Kerajaan Thailand oleh tokoh non-elite di tempat umum tanpa adanya respons dari polisi merupakan fenomena baru di sejarah Thailand," ujar Paul Chambers, tenaga pendidik hubungan internasional di Thailand Naresuan University. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved