Arab Saudi Minta Bantuan Irak untuk Berdamai dengan Iran

Senin, 14 Agustus 2017 - 08:53 WIB
Arab Saudi Minta Bantuan...
Arab Saudi Minta Bantuan Irak untuk Berdamai dengan Iran
A A A
BAGHDAD - Pemerintah Arab Saudi meminta bantuan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk memperbaiki hubungan antara Riyadh dan Teheran. Mediasi Saudi untuk berdamai dengan Iran ini digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Laporan itu pertama kali disiarkan stasiun televisi Irak, Alghadeer, pada hari Minggu. Sumbernya dari Menteri Dalam Negeri Irak Qasim al-Araji.

”Selama kunjungan kami ke Arab Saudi, mereka juga meminta kami untuk melakukannya, dan kami mengatakan hal itu kepada pihak Iran. Pihak Iran melihat permintaan ini secara positif,” kata Araji.

”Setelah kemenangan yang telah diraih Irak, Arab Saudi mulai mencari (bantuan) Irak, dengan kapasitas dan peran utama yang sebenarnya,” lanjut Araji mengacu pada kemenangan Irak atas kelompok ISIS, seperti dilansir Al Jazeera, Senin (14/8/2017).

”Ketenangan dan stabilitas dan kembalinya hubungan antara Iran dan Arab Saudi memiliki dampak positif di kawasan ini secara keseluruhan,” lanjut Araji.

Araji telah mengunjungi Ibu Kota Iran, Teheran, pada hari Sabtu untuk membahas beberapa masalah dengan pejabat tinggi Iran. Dia juga mengunjungi Arab Saudi pada bulan Juli lalu.

Kantor berita Iran, ISNA, mengutip keterangan Araji, melaporkan bahwa Mohammed bin Salman ingin mengurangi ketegangan dengan Iran.

Secara terpisah, Muqtada al-Sadr, ulama Syiah berpengaruh di Irak, mengumumkan di situsnya bahwa dia akan mengunjungi Uni Emirat Arab pada hari Minggu.

Pada bulan Juli, Sadr melakukan kunjungan langka ke Arab Saudi, di mana dia bertemu dengan Mohammed bin Salman dan pejabat lainnya.

Sadr adalah tokoh anti-Amerika di Irak. Dia memiliki pengikut dalam jumlah besar di Baghdad dan kota-kota di selatannya. Salah satu milisi yang loyal kepada Sadr adalah Saraya al-Salam atau kelompok bersenjata Brigade Perdamaian.

Hubungan diplomatik Saudi dan Iran terputus beberapa tahun lalu, setelah massa di Iran menyerang dan membakar kantor Kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat Riyadh lainnya di negeri Persia itu. Amuk massa Iran itu dipicu eksekusi ulama Syiah Saudi Nimr Baqir al-Nimr oleh otoritas Riyadh atas tuduhan terlibat terorisme.

Upaya Riyadh berdamai dengan Teheran terjadi di saat Saudi dan negara-negara koalisi Arab-nya berseteru dengan Qatar atas tuduhan Doha mendukung terorisme. Iran sendiri telah berdiri di pihak Qatar dengan menyalurkan bantuan.
(mas)
Berita Terkait
Iran Siap Lanjutkan...
Iran Siap Lanjutkan Pembicaraan untuk Cairkan Hubungan dengan Saudi
5 Negara Muslim dengan...
5 Negara Muslim dengan Kekuatan Mengerikan di Dunia
Presiden Irak Akui Jadi...
Presiden Irak Akui Jadi Tuan Rumah Perundingan Arab Saudi dan Iran
3 Negara di Dunia yang...
3 Negara di Dunia yang Menggunakan Bendera Berlafadz Allah
Iran, Mesir, Irak dan...
Iran, Mesir, Irak dan Arab Saudi Dominasi Daftar Algojo Teratas Dunia
Arab Saudi Waspada Rudal-rudal...
Arab Saudi Waspada Rudal-rudal Iran di Gurun Irak Targetkan Kerajaan
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
9 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
1 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
3 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
3 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved